News

WHO: Dunia Tak Perlu Panik Covid-19 Varian Omicron

WHO: Dunia Tak Perlu Panik Covid-19 Varian Omicron
Ilustrasi Covid-19 varian baru Omicron. (Foto: Pixabay)

Jakarta - World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut seharusnya dunia tidak panik tentang Covid-19 varian baru Omicron. Yang harus dilakukan adalah harus bersiap. 

Ilmuwan top WHO Soumya Swaminathan, dalam sebuah konferensi pada Jumat, 3 Desember 2021, mengatakan situasi sekarang sangat berbeda dengan tahun lalu. Dr Swaminathan mengatakan pada konferensi Reuters NEXT bahwa varian itu "sangat mudah menular", mengutip data dari Afrika Selatan, dan mengatakan itu mungkin bisa menjadi jenis yang dominan di seluruh dunia - meskipun ini sulit diprediksi. 

Dia menjelaskan varian Delta saat ini menyumbang 99% kasus secara global. "Seberapa khawatir? Kita harus siap dan hati-hati, jangan panik, karena kita berada dalam situasi yang berbeda dengan tahun lalu," katanya. 

Baca juga: Langkah Menko Luhut Pandjaitan Antisipasi Varian Omicron

Sementara itu, Direktur Kedaruratan WHO Mike Ryan mengatakan dunia saat ini memiliki "vaksin yang sangat efektif" melawan Covid-19, dan fokusnya harus pada mendistribusikannya secara lebih luas. Dia mengatakan tidak ada bukti untuk mengubah vaksin untuk menyesuaikannya dengan varian Omicron baru. Laporan menunjukkan Omicron telah ditemukan di hampir 40 negara. Masih belum jelas apakah varian yang sangat bermutasi lebih menular atau lebih mampu menghindari vaksin. 

Data awal yang dilaporkan oleh para ilmuwan di Afrika Selatan (Afsel) - tempat varian pertama kali terdeteksi - menunjukkan bahwa Omicron dapat menghindari kekebalan terhadap Covid-19, meskipun para ahli memperingatkan bahwa analisis tersebut tidak pasti.

Negara-negara di seluruh dunia telah mengumumkan larangan perjalanan terhadap negara-negara Afrika Selatan setelah deteksi pertama Omicron. Pejabat Amerika Serikat (AS) telah mewajibkan semua pelancong internasional ke AS untuk mengikuti tes Covid tidak lebih dari satu hari sebelum perjalanan. Itu terjadi setelah pihak berwenang memperketat aturan perjalanan AS sehubungan dengan varian tersebut. 

Baca juga: Mengenal Sotrovimab, Obat yang Disebut Ampuh Lawan Corona Varian Omicron

Omicron kini telah terdeteksi di setidaknya enam negara bagian AS termasuk Hawaii. India juga telah melaporkan dua kasus pertama varian Omicron. Para pejabat mengatakan salah satu dari mereka - seorang warga negara Afrika Selatan berusia 66 tahun - telah melakukan perjalanan dari negara itu dan telah meninggalkan India, sedangkan yang kedua - seorang dokter berusia 46 tahun di kota Bengaluru di India selatan - tidak memiliki riwayat perjalanan. Gelombang kedua infeksi Covid membuat sistem perawatan kesehatan negara itu bertekuk lutut pada bulan April dan Mei tahun ini, dengan rumah sakit kehabisan tempat tidur, oksigen, dan obat-obatan. []


Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Yohanes Charles - 19 January 2022 | 21:47 WIB
BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
News
Yohanes Charles - 19 January 2022 | 21:04 WIB
Pembangunan jogging track, dikerjakan oleh anggota Satgas Citarum bersama masyarakat.
News
Rio Anthony - 19 January 2022 | 20:29 WIB
Pantau Kenaikan Harga Bahan Pokok, Disperindag, Gandeng Dinas Ketahanan Pangan dan Tim Pengendali Inflasi Sidak Ke Pasar Terong
News
Tigor - 19 January 2022 | 20:14 WIB
Tim KPK membawa tujuh orang hasil OTT di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Salah satunya Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin.
News
Rio Anthony - 19 January 2022 | 19:58 WIB
Mayat seorang pria berusia 76 tahun di Kabupaten Manggarai ditemukan membusuk.
News
Andi Nasution - 19 January 2022 | 19:52 WIB
Pria pembawa senpi dan amunisi ke samping Pos Lantas di Tapanuli Selatan, mengaku sudah pernah sekali memakai (menembakkannya).
News
Morteza Syariati Albanna - 19 January 2022 | 19:28 WIB
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menganggap suntikan dana puluhan miliar rupiah untuk bisnis es doger miliknya merupakan hal wajar.
News
Andi Nasution - 19 January 2022 | 19:18 WIB
Seorang pria di Tapanuli Selatan, diboyong oleh polisi karena membawa senpi rakitan berikut amunisi ke areal Pos Lalu Lintas.
News
Morteza Syariati Albanna - 19 January 2022 | 18:59 WIB
Ketua Central Creative Industries of Abdya (CCIA) Yudya Pratidina mengundurkan diri dari kepenggurusan. Hal ini berdasarkan SK Bupati Abdya.
Loading ...