News

Warga Afganistan Siap Perang Lawan Taliban

Warga Afganistan Siap Perang Lawan Taliban
Gubernur Provinsi Logar, Abdul Quayom Rahimi (kedua dari kanan) bersama sejumlah pasukan yang siap melawan Taliban. (Foto: Aljazeera/Courtesy of Mujtaba Haris)

Ghorband – Ratusan warga di Provinsi Parwan bersiap mengangkat senjata melawan Taliban saat batas waktu penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) pada 11 September mendatang.

Dilansir Aljazeera, Selasa, 6 Juli 2021, Zahir Salangi, seorang anggota parlemen Afganistan dari provinsi utara Parwan, berharap untuk bisa duduk di "doshak" (bantalan) dan tidur sebentar, ketika suara tembakan terdengar dari rumah rusak yang dijadikannya sebagai sebuah pangkalan.

“Saya belum tidur dalam empat hari,” katanya kepada Al Jazeera pekan lalu ketika dia memerintahkan lusinan pejuang sukarela yang dia rekrut untuk berperang melawan Taliban.

Para sukarelawan mengatakan pejuang Taliban secara rutin menembaki mereka dari pegunungan di sekitar lembah yang subur.

Tanggapi! Jangan berhenti menembak!

Saat Salangi bangkit, salah satu pejuang mulai meneriakkan perintah melalui handie talkie atau radio komunikasi. Tumpukan pecahan kaca yang berasal dari baku tembak sebelumnya terlihat berada di bawah sepatu botnya saat dia mondar-mandir dari satu sisi ruangan ke sisi lainnya.

"Tanggapi! Jangan berhenti menembak! Jangan tinggalkan mereka tanpa jawaban,” katanya sementara suara tembakan bergema dari puncak gunung.

Orang-orang itu merupakan bagian dari ratusan penduduk setempat yang telah angkat senjata dalam beberapa pekan terakhir.

Sehari sebelumnya, Senin, 5 Juli 2021, Abdul Quayom Rahimi, Gubernur Provinsi Logar, mengumpulkan ratusan pria bersenjata dan membawa bendera Afghanistan di ibukota provinsi, Pol-e Alam.

Relawan anti-Taliban mulai muncul di Logar awal tahun ini, Rahimi mengatakan dia memiliki ratusan orang yang meminta untuk bergabung dengan pasukannya dalam beberapa pekan terakhir.

Rahimi mengatakan pertemuan hari Senin merupakan "pertunjukan kekuatan publik yang disengaja".

“Orang-orang tahu apa yang dipertaruhkan dan mereka ingin menunjukkan kepada Taliban bahwa bahkan jika tidak ada orang lain di sekitar untuk membantu, orang-orang Logar dan setiap provinsi sendiri akan melakukan perlawanan langsung kepada mereka,” katanya kepada Al Jazeera.

Meskipun Lembah Ghorband, 120km (74 mil) utara ibu kota Kabul, telah lama menjadi salah satu distrik paling tidak aman di Parwan, para sukarelawan mengatakan peristiwa baru-baru ini telah memaksa mereka untuk mengangkat senjata dan membela rakyat melawan Taliban.

Dalam beberapa pekan terakhir, puluhan distrik, termasuk di Parwan, jatuh ke tangan Taliban. Namun, dalam beberapa hari, banyak dari distrik itu direbut kembali oleh pasukan Afganistan.

“Mereka menembak langsung ke rumah-rumah. Mereka membakar rumah orang, ladang mereka, toko mereka. Mereka tidak menyelamatkan siapa pun dan tidak ada apa-apa,” Daoud, seorang pejuang sukarelawan berusia 50-an yang tiba di Ghorband lebih dari dua minggu lalu, mengatakan kepada Al Jazeera. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Loading ...