News

Turun ke Sumut, KSP Tindak Lanjuti Aduan Kelompok Tani AEAB Soal Konflik Agraria

Turun ke Sumut, KSP Tindak Lanjuti Aduan Kelompok Tani AEAB Soal Konflik Agraria
Tenaga Ahli Utama Kedeputian II Kantor Staf Presiden (KSP), Usep Setiawan (kenakan topi) lakukan pra-rekontruksi terkait konflik tanah di desa Durin Tonggal, kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat, 25 Juni 2021. (Foto:Kureta/Fernandho Pasaribu)

Jakarta - Tenaga Ahli Utama Kedeputian II Kantor Staf Presiden (KSP), Usep Setiawan mengatakan, pihaknya akan segera menggelar rekonstruksi terkait persoalan konflik agraria yang terjadi di desa Durin Tonggal, kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Kehadiran KSP, kata Usep, karena adanya laporan dari warga Durin Tonggal yang tergabung dalam Kelompok Tani Arih Ersada Aron Bolon (AEAB).

Ini bagian dari percepatan konflik agraria di Sumut. Ada konflik antara warga yang sudah lama mendiami tanah disini dengan pemegang HGB dari perusahaan tertentu

"Kami ke Sumatera Utara untuk melakukan verifikasi lapangan atas pengaduan masyarakat tentang konflik agraria atau sengketa tanah, salah satunya di Durin Tonggal ini. Kami mendapat laporan dari Kelompok Tani AEAB mengenai persoalan tanah disini," kata Usep diwawancara Kureta, Jumat, 25 Juni 2021.

"Ini bagian dari percepatan konflik agraria di Sumut. Ada konflik antara warga yang sudah lama mendiami tanah disini dengan pemegang HGB dari perusahaan tertentu," tuturnya menambahkan.

Dia menjelaskan, untuk sementara ini pihaknya tengah mengkroscek lahan seluas 30 Ha, yang selama ini digunakan Kelompok Tani AEAB untuk bercocok tanam.

"Kami datang kemari bertujuan untuk melakukan kroscek. Dari informasi yang disampaikan, kami sudah melihat titik-titik di lokasi yang diklaim oleh masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut, KSP juga akan membuka komunikasi dengan kementerian maupun lembaga terkait untuk melakukan percepatan penanganan menyoal konflik agraria tersebut.

"Dan juga ini akan menjadi bahan bagi kami di KSP untuk berkomunikasi lebih lanjut dengan kementerian dan lembaga yang terkait, dalam hal ini Kantor Pertanahan. Nantinya akan dilakukan rekonstruksi atas batas-batas klaim masyarakat dengan klaim dari perusahaan," ucapnya.

Dia menuturkan, tahapan pra-rekonstruksi bertujuan untuk melihat titik-titik koordinat lokasi yang menjadi permasalahan antara Kelompok Tani AEAB dengan PT Limas.

"Selanjutnya tahap rekonstruksi itu sendiri yang akan dilakukan oleh Kantor Pertanahan dengan warga dan perusahaan yang memegang sertifikat HGB itu," ujarnya.

Menurut penuturan Sekretaris Kelompok Tani AEAB Rembah br Keliat, PT Limas sengaja melakukan pemalsuan sertifikat tanah yang mereka kuasai sejak tahun 1998.

Hal itu bertujuan agar PT Limas dapat menguasai lahan tersebut. Selain itu, perusahaan ini juga melakukan perusakan terhadap tanaman yang dimiliki kelompok tani.

Usep menyebut, tahapan rekonstruksi akan segera dilangsungkan. "Kami berharap tahapan ini bisa berlangsung dengan proses yang cepat, sehingga hak-hak masyarakat bisa segera dipastikan, demikian juga hak-hak perusahaan bisa dipastikan juga. Jadi kedua belah pihak ini dengan rekonstruksi nantinya akan menjadi kejelasan. Siapa, dimana, berapa luas dan seterusnya," ucap Usep.

Sebelumnya, Kantor Staf Presiden (KSP) mengaku memberikan perhatian khusus menyoal konflik tanah di Desa Duren Tonggal, Kabupaten Deli Serdang dan pengaduan masyarakat adat BPRPI Sumatera Utara.

Hal itu diungkapkan Tenaga Ahli Utama Kedeputian II KSP Usep Setiawan meneruskan catatan yang diterima Kureta.

"Salah satu rekomendasi rakor penyelesaian yang dilakukan oleh KSP bersama Kanwil ATR/BPN Sumut, Kantor Pertanahan Deli Serdang dan Kelompok Tani Arih Ersada Aron Bolon perlu dilakukan rekonstruksi bersama yang melibatkan pihak perusahaan/pengembang dan kelompok tani untuk melihat titik koordinat lokasi tanah sebagaimana dimaksud oleh masing-masing pihak," kata Usep, Selasa, 22 Juni 2021.

Dia menjelaskan, saat ini KSP tengah melakukan proses tahap akhir penyelesaian konflik agraria dua desa di Sumatera Utara, yakni Desa Simalingkar dan Sei Mencirim di Deli Serdang.[]

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Yohanes Charles - 25 October 2021 | 20:54 WIB
Kiai Maman yang juga pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi itu, berharap agar Menteri Agama lebih berhati-hati dalam melakukan komunikasi publik.
News
Fernandho Pasaribu - 25 October 2021 | 20:17 WIB
Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta menyayangkan peretasan situs resmi Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN).
News
Eno Dimedjo - 25 October 2021 | 17:47 WIB
Jawara Bintang Pantura 6, yakni Findi, Via dan Desofi, menyapa para penggemarnya lewat program Semangat Senin Indosiar
News
Eno Dimedjo - 25 October 2021 | 16:51 WIB
Dua unit Kereta ringan lintas rel terpadu (LRT) Jabodetabek mengalami kecelakaan dalam proses uji coba di jalur layang ruas Munjul, Jakarta Timur
News
Eno Dimedjo - 25 October 2021 | 16:02 WIB
Perusahaan teknologi komunikasi Samsung Indonesia menghadirkan produk teranyarnya, yakni Galaxy M52 5G.
News
Morteza Syariati Albanna - 25 October 2021 | 15:57 WIB
Timpali Menag Yaqut Cholil, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla menegaskan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) bukan hadiah untuk ormas.
News
Morteza Syariati Albanna - 25 October 2021 | 15:49 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) hadiah dari negara untuk Nahdlatul Ulama, bukan seluruh Islam
News
Eno Dimedjo - 25 October 2021 | 15:44 WIB
Sejumlah news anchor alias pembaca berita program Liputan 6 membagikan kisah mereka di balik layar dalam program Meet and Greet Liputan 6.
News
Eno Dimedjo - 25 October 2021 | 15:28 WIB
Grup band Payung Teduh menjawab kerinduan fans dengan merilis single terbaru bertajuk Suar melalui platform pemutar musik digital.
News
Fernandho Pasaribu - 25 October 2021 | 14:56 WIB
Anggota Komisi V DPR RI, Novita Wijayanti merespons munculnya landasan aturan Instruksi Menteri Dalam Negri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021.
Loading ...