Alur

Teknologi AI Dapat Mencegah Penipuan di Sistem Perbankan

Teknologi AI Dapat Mencegah Penipuan di Sistem Perbankan
Teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). (Foto:Pixabay)

Jakarta - Pandemi menjadikan layanan digital terus berkembang termasuk di sektor perbankan, apalagi mengingat teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dapat mencegah penipuan dalam sistem perbankan.

Pemanfaatan AI bahkan sebenarnya bisa membantu proses pengajuan layanan perbankan yang lebih kompleks seperti layanan pinjaman

"Sekarang adalah waktu yang tepat untuk menerapkan solusi bisnis yang lebih sederhana dengan bantuan AI. Perbankan digital akan semakin gencar di masa depan karena meningkatnya preferensi publik untuk mengakses layanan perbankan melalui ponsel, serta adanya tuntutan sebuah sistem pembayaran digital yang praktis," kata Country Manager Advance.ai Ronald F.Molenaar, seperti mengutip ANTARA, Jumat, 12 Agustus 2022.

Kendati demikian, Ronald menambahkan bahwa sistem pembayaran ini juga harus dilengkapi dengan langkah-langkah keamanan online yang lebih kokoh, dan hal tersebut dapat terwujud dengan memanfaatkan machine learning untuk menganalisis kelayakan kredit.

Jika berkaca dengan agenda prioritas sektor keuangan di dalam Presidensi G20 Indonesia yaitu meningkatkan inklusi keuangan digital dan keuangan UMKM maka diharapkan pemanfaatan teknologi seperti AI bisa membantu perbankan digital bisa lebih mudah diakses oleh masyarakat Indonesia.

Salah satu pemanfaatan AI di sistem perbankan digital yang mempermudah layanan ialah proses verifikasi digital.

Tidak hanya membantu proses verifikasi, pemanfaatan AI bahkan sebenarnya bisa membantu proses pengajuan layanan perbankan yang lebih kompleks seperti layanan pinjaman.

Dengan memanfaatkan AI secara tepat maka perbankan bisa secara digital mengukur risiko seseorang dan bisa mengategorikan, mencocokkan jenis dan jangka waktu pinjaman dengan lebih efisien.

Advance.ai dapat menjadi salah satu perusahaan pilihan untuk mendukung proses tersebut karena memang mengembangkan solusi platform berbasis AI dengan klaim mampu memverifikasi data secara digital, memitigasi penipuan, hingga melakukan pengenalan dokumen identitas secara efisien dengan bermodalkan gawai pintar pengguna layanan.

Perusahaan asal Singapura itu, bahkan menjadi perusahaan pertama di Asia Tenggara yang telah lulus tes kelayakan Presentation Attack Detection (PAD) iBeta terhadap serangan penipuan (fraudulent attacks) sesuai sertifikasi ISO 30106-3 untuk produk liveness detection.

"Verifikasi identitas secara digital dan teknologi manajemen risiko akan dapat mendukung bank, entitas tekfin, dan perusahaan multi-finance untuk bisa secara digital menerima nasabah dan pelaku UMKM baru, serta menilai risiko dan kelayakan kredit dari segmen-segmen tersebut, yang banyak di antaranya tidak mempunyai profil kredit lengkap," ucap Ronald.[]

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Fernandho Pasaribu - 27 September 2022 | 17:05 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD mengaku bakal mencari formula untuk mereformasi bidang hukum peradilan.
News
Eno Dimedjo - 27 September 2022 | 16:01 WIB
Kotak resmi mengumumkan rencananya untuk menggelar tur konser bertajuk HANTAM 18th KOTAK di 8 kota di Indonesia.
News
Eno Dimedjo - 27 September 2022 | 15:19 WIB
Devano resmi merilis single terbaru yang diberi tajuk Hari Paling Bahagia, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-20.
News
Eno Dimedjo - 27 September 2022 | 14:37 WIB
Aqeela Calista kembali berkarya di dunia tarik suara dengan merilis single cover versinya untuk lagu Kau Curi Lagi milik grup band J-Rocks.
News
Eno Dimedjo - 27 September 2022 | 13:43 WIB
Festival musik Pestapora 2022 sukses digelar di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta sepanjang akhir pekan lalu.
News
Fernandho Pasaribu - 27 September 2022 | 12:30 WIB
Pemerintah mengeluarkan Instruksi Presiden No. 7 tahun 2022 tentang penggunaan kendaraan bermotor listrik.
News
Fernandho Pasaribu - 27 September 2022 | 10:52 WIB
Anggota MPR RI Netty Aher menilai terjadinya beberapa kasus hukum yang menyedot perhatian belakangan ini karena kurangnya pengamalan Pancasila.
News
Eno Dimedjo - 27 September 2022 | 0:00 WIB
Opini Firman Jaya Daeli mengenai Pembangunan Kelembagaan Politik dan Penguatan Kualitas Otonomi Daerah.
Loading ...