News

Tabung Oksigen Langka, DPR: Jangan Sampai Dimonopoli

Tabung Oksigen Langka, DPR: Jangan Sampai Dimonopoli
Ilustrasi Tabung Oksigen. (Foto:Kureta/Pixabay)

Jakarta - Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah memastikan ketersediaan oksigen di tengah lonjakan kasus Covid-19.

Sebab, belakangan kelangkaan tabung oksigen di pasaran menimbulkan kepanikan masyarakat.

Pasien positif dengan gejala ringan sampai sedang terpaksa isolasi mandiri di rumah dengan menyiapkan keperluan perawatannya, termasuk tabung oksigen

"Informasi kelangkaan membuat panic buying di tengah masyarakat. Meskipun kasus ini sudah dapat diatasi oleh kepolisian, saya minta pemerintah memastikan ketersediaan tabung oksigen secara memadai, baik untuk kebutuhan faskes maupun di pasaran," kata Netty kepada Kureta, Sabtu, 3 Juli 2021.

Ketua Tim Covid-19 FPKS DPR RI ini menambahkan, permintaan tabung oksigen disebabkan meningkarnya keperluan rumah sakit untuk menangani kasus aktif dengan gejala sedang hingga berat.

Selain itu, warga bergejala ringan atau sedang yang melakukan isolasi mandiri juga membutuhkan tabung oksigen tersebut.

Dia menjelaskan, pasien positif Covid-19 dengan gejala semakin meningkat, sementara ketersediaan ruang isolasi di faskes rujukan di beberapa daerah penuh.

"Pasien positif dengan gejala ringan sampai sedang terpaksa isolasi mandiri di rumah dengan menyiapkan keperluan perawatannya, termasuk tabung oksigen," ujarnya.

Sementara, pemerintah menyebutkan, secara nasional BOR rumah sakit di Indonesia mencapai 72 persen antrean pasien, sedangkan Wisma Atlet sudah mencapai 90 persen.

"Di beberapa daerah terjadi antrean pasien di IGD. Kondisi ini mengkhawatirkan jika tidak segera diantisipasi dengan persiapan rumah sakit darurat," tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, kelangkaan tabung oksigen juga terjadi karena status tabung oksigen sebagai barang impor yang dikelola oleh segelintir perusahaan saja.

"Bagaimana bisa alkes penting seperti tabung oksigen bisa langka dan ternyata hanya dikelola oleh segelintir perusahaan. Jangan sampai ini jadi monopoli," kata dia.

Kelangkaan juga akhirnya merembet pada stasiun pengisian oksigen di berbagai tempat. Bahkan Netty menyatakan sempat dikirimi foto tempat pengisian di salah satu kota di Jawa Barat tertera pengumuman "Oksigen Kosong".

Selanjutnya, Fraksi PKS mendorong pemerintah agar segera memastikan bahwa tidak ada permainan menimbun barang untuk kepentingan sepihak.

"Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan situasi sulit untuk kepentingan bisnis atau politik dengan mengorbankan nyawa rakyat," katanya.

Dia juga meminta pemerintah mengambil langkah antisipasi dengan menambah armada distribusi ke rumah sakit, jika perlu dengan penjagaan aparat.

"Pemerintah harus memastikan ketersediaan pasokan tabung oksigen di pasaran dengan harga wajar. Kendalikan harga tabung oksigen dan isi ulangnya kembali ke harga normal," tuturnya.

"Pemerintah harus menolong rakyatnya yang sudah bersedia melakukan isolasi dan perawatan mandiri dengan ketersediaan alkes dan obat-obatan di pasaran. Jangan membuat rakyat makin sulit," ucap Netty menambahkan.[]

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Loading ...