News

Stafsus Erick Thohir Bantah Ada Utang Tersembunyi Kereta Cepat Indonesia China

Stafsus Erick Thohir Bantah Ada Utang Tersembunyi Kereta Cepat Indonesia China
Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) dan Arya Sinulingga (kanan). (foto: indopolitika).

Jakarta - Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menegaskan tidak ada utang tersembunyi China terkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang sekarang menyorot perhatian publik. Menurutnya, semua utang tercatat dalam Pinjaman Komersial Luar Negeri (PKLN) Bank Indonesia. 

"Tidak ada sama sekali utang tersembunyi dari China untuk proyek kereta cepat, karena semua tercatat di PKLN Bank Indonesia," kata Arya dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Sabtu, 16 Oktober 2021

"Utang tersembunyi China buat proyek kereta cepat, itu benar-benar hoaks dan tendensius," ujar dia lagi. 

Baca jugaSeorang Warga Bekasi Tuntut Ganti Rugi Atas Pembangunan Kereta Cepat Indonesia China

Sebelumnya, lembaga riset AidData menyebutkan ada utang tersembunyi atau hidden debt dari China. 

Istilah utang tersembunyi itu muncul dalam laporan berjudul Banking on the Belt and Road yang terbuat September lalu. 

Laporan tersebut menganalisis data sebanyak 13.427 proyek di 165 negara senilai 843 miliar dolar AS. 

Berbagai proyek itu dibiayai lebih dari 300 lembaga pemerintah dan badan-badan milik negara China. 

Dalam laporannya, AidData menyampaikan besar utang tersembunyi China kepada Indonesia mencapai 17,28 miliar dolar AS atau setara 1,6 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. 

Baca jugaFadli Zon Beri Saran Agar ZEE Indonesia Tidak Diobok-obok China

AidData mendefinisikan utang tersembunyi sebagai utang yang diberikan oleh China kepada negara berkembang bukan melalui pemerintahan negara peminjam, tapi melalui perusahaan negara, bank milik negara, entitas tujuan khusus, perusahaan patungan, dan lembaga sektor swasta. 

Dalam Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) yang disusun dan dipublikasikan secara bulanan oleh Bank Indonesia bersama Kementerian Keuangan, total utang luar negeri (ULN) Indonesia dari China sebesar 21,12 miliar dolar AS pada akhir Juli 2021. 

Jumlah utang luar negeri itu terbagi dua, yakni utang yang dikelola pemerintah yang dikelola pemerintah sebesar 1,66 miliar dolar AS dan utang BUMN serta swasta dengan total mencapai 19,46 miliar dolar AS. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Rio Anthony - 24 May 2022 | 21:36 WIB
Hujan petir diprediksi berpotensi terjadi disejumlah wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) besok, Rabu, 25 Mei 2022.
News
Tigor - 24 May 2022 | 20:52 WIB
Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga menyampaikan janjinya akan membangun jalan pertanian kepada petani jeruk.
News
Tigor - 24 May 2022 | 19:08 WIB
PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah mengagendakan turnamen pramusim.
News
Tigor - 24 May 2022 | 18:54 WIB
Kapolda Simanjuntak mendatangi peternakan di Desa Bukit Kubu, Besitang, Kabupaten Langkat.
News
Morteza Syariati Albanna - 24 May 2022 | 17:44 WIB
Pascabadai pandemi Covid-19 yang menerpa dunia hingga haji ditiadakan untuk jemaah Indonesia, termasuk Aceh, membuat rindu.
News
Morteza Syariati Albanna - 24 May 2022 | 17:42 WIB
Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh menyebutkan stok vaksin merek Sinovac mulai menipis di Aceh. Hal ini menjadi penghambat vaksinasi anak.
News
Fernandho Pasaribu - 24 May 2022 | 17:34 WIB
Fraksi PPP DPR RI meminta pemerintah lebih mengoptimalkan belanja dengan berfokus pada perlindungan sosial serta subsidi energi.
News
Morteza Syariati Albanna - 24 May 2022 | 17:30 WIB
emerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh, melakukan gladi resik pelantikan calok kepala desa.
News
Fernandho Pasaribu - 24 May 2022 | 17:27 WIB
Tito Karnavian kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di seluruh wilayah Indonesia.
News
Morteza Syariati Albanna - 24 May 2022 | 17:27 WIB
Masyarakat Desa Padang Datar, Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh meninggal dibacoki ODGJ.
Loading ...