News

Situs BSSN Diretas, DPR: Ini Pukulan Telak, Kebobolan Siber Kerap Terjadi

Situs BSSN Diretas, DPR: Ini Pukulan Telak, Kebobolan Siber Kerap Terjadi
Bocornya data 279 juta penduduk Indonesia membuat resah masyarakat. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) blokir Raid Forums. (foto: istimewa)

Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta mengkritik Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) terkait peretasan dengan metode deface yang dialami oleh situs BSSN yang beralamat di www.pusmanas.bssn.go.id.

Sukamta menyayangkan hal tersebut mengingat BSSN merupakan lembaga yang bertugas menjalankan Keamanan dan Ketahanan Siber (KKS) di Indonesia.

Dengan RUU KKS, negara akan punya sistem nasional yang menjaga agar Siber secara nasional aman dan tahan dari serangan-serangan Siber

"Ini pukulan telak bagi kita semua. Ini menunjukkan entitas-entitas negara yang sudah seharusnya terjamin keamanan dan ketahanan siber (KKS)-nya justru malah kebobolan. Sudah berulang kali kejadian kebobolan siber terjadi, seperti kemarin KPAI. Termasuk juga kejadian bocornya data pribadi seperti bocornya NIK Presiden Jokowi tempo hari," kata Sukamta di Jakarta, Senin, 25 Oktober 2021.

Wakil Ketua Fraksi PKS ini menyebut, pihaknya selalu mengingatkan pentingnya KKS. Menurutnya, audit terhadap keamanan KKS harus terus dilakukan secara berkala khususnya di setiap instansi publik.

Selain itu perlu juga dilakukan update sistem KKS secara berkala mengikuti teknologi yang terus berkembang.

Dia menyebut, hal itu seyogiyanya dilakukan oleh BSSN. Akan tetapi, lanjutnya, BSSN perlu ditopang secara kuat untuk bisa melaksanakan tugasnya lebih maksimal.

Maka dari itu, sambung Sukamta, RUU KKS diperlukan untuk menjadi payung hukum BSSN dalam menjalankan tupoksinya. Sukamta menjelaskan, wakil rakyat pada periode sebelumnya pernah membahas RUU PKS.

"Tapi karena waktunya sudah sangat mepet, RUU tersebut tidak selesai dibahas, selain juga karena konten draft-nya yang masih perlu banyak perbaikan," ujarnya.

"Sebetulnya RUU KKS ini bisa masuk usulan Prolegnas, namun karena keterbatasan dan pertimbangan skala prioritas, RUU KKS terpaksa mengalah dulu. Tapi melihat kasus-kasus peretasan terus terjadi dan bahkan bisa membobol BSSN, saya mendorong RUU KKS bisa dipertimbangkan kembali untuk dibahas di DPR," sambung Sukamta.

Lebih lanjut, Komisi I DPR bersama pemerintah melalui Kominfo kini sedang membahas RUU Pelindungan Data Pribadi (PDP).

RUU PDP juga sangat penting terkait dengan dunia siber, khususnya pelindungan data pribadi.

Sejauh ini pembahasan RUU PDP masih mandeg karena perbedaan pendapat antara DPR dengan pemerintah dalam hal bentuk otoritas PDP.

Mayoritas DPR menginginkan otoritas yang independen, sedangkan pemerintah ingin otoritas itu di bawah kendali Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Sebetulnya, lanjut dia, jika RUU PDP ini sudah selesai, DPR bisa fokus membahas RUU KKS.

"RUU PDP dan RUU KKS sama-sama penting, keduanya saling melengkapi. Saya berharap RUU PDP segera selesai, agar RUU KKS bisa kembali dibahas. Dengan RUU KKS, negara akan punya sistem nasional yang menjaga agar Siber secara nasional aman dan tahan dari serangan-serangan Siber," ucap Sukamta.[]

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Fahzian Aldevan - 3 December 2021 | 21:46 WIB
Mantan Kepala Sekolah SMPN 1 Reo dijebloskan ke penjara karena korupsi dana BOS.
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 17:29 WIB
Chief Operating Officer (COO) Pahami Cipta Edukasi (Pahamify) Mohammad Ikhsan menyatakan era pendidikan yang dinamis saat pandemi.
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 16:04 WIB
Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju kembali memanas seiring mendekati Rabu Pon 8 Desember mendatang ini calon Jaksa Agung pengganti ST Burhanuddin
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 15:50 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menjelaskan perihal harta kekayaannya melejit Rp 4 miliar, saat jadi pimpinan KPK.
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 15:18 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi sentil Kapolda dan Kapolres sowan ke sesepuh ormas yang buat keributan. Berikut berita secepatnya.
Opini
Fahzian Aldevan - 3 December 2021 | 15:07 WIB
Memiliki tubuh yang ideal, sehat, dan kuat adalah dambaan setiap orang.
News
Fahzian Aldevan - 3 December 2021 | 12:47 WIB
Pemda Manggarai gandeng Kejari Cabang Reo sosialisasi penggunaan dana BOS
News
Fetra Tumanggor - 3 December 2021 | 12:35 WIB
Obat Sotrovimab disebut ampuh melawan virus corona, termasuk varian Omicron. Lalu apa itu sotrovimab?
Loading ...