News

Sia-sia Brigjen Hendra Bantu Ferdy Sambo, Malah Dikurung di Mako Brimob

Sia-sia Brigjen Hendra Bantu Ferdy Sambo, Malah Dikurung di Mako Brimob
Kepala Biro Pengamanan Internal (Karo Paminal) Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan. (foto: ist).

Jakarta - Eks Karo Paminal Divisi Propam Polri, Brigjen Hendra Kurniawan saat ini dikurung di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, karena diduga melakukan tindak pidana obstruction of justice atau menghalangi penyidikan berkaitan penanganan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J).

Brigjen Hendra Kurniawan harus menanggung konsekuensi berat membantu Irjen Ferdy Sambo dalam menjalankan rekayasa kasus pembunuhan Brigadir J. Suami Seali Syah itu melakukan blunder alias kesalahan serius dan dapat dipidana. Dia saat ini berada di tempat khusus (patsus).

Bersama Sambo, Brigjen Hendra diduga melakukan tindakan bertentangan dengan hukum, menyuruh tiga personel Polri melakukan pemindahan transmisi dan merusak CCTV dekat TKP Duren Tiga.

"Yang menyuruh melakukan begitu, memindahkan dan perbuatan lainnya yaitu Irjen FS, BJP HK (Brigjen Polisi Hendra Kurniawan), dan KBP ANP," ujar Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri saat rilis pers bersama Timsus bentukan Kapolri, dikutip Selasa, 23 Agustus 2022.

Bersama Sambo, Brigjen Hendra menyuruh Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuck Putranto, AKBP Arif Rachman Arifin merusak CCTV, sehingga menyulitkan penyelidikan dan penyidikan kasus ini.

"Melakukan pemindahan transmisi dan melakukan perusakan (CCTV) yaitu ada 3 orang sedang dalam pemeriksaan. Kompol BW, Kompol CP, dan AKBP AR," kata Brigjen Asep.

Kelima polisi yang diduga melakukan obstruction of justice saat ini dipatsuskan. Mereka disangkakan dengan Pasal 32-33 Undang-undang ITE dan pasal 221 serta pasal 223 KUHPidana dan juga pasal 55-56 KUHP.

"Ya ancaman lumayan tinggi," kata Asep.

Sebelum dipatsuskan, Jenderal Polisi bintang satu itu sempat dinonaktifkan dari jabatannya, lalu dicopot dan dimutasi sebagai perwira tinggi (pati) Pelayanan Markas (Yanma) Polri.

Seperti diketahui, Brigjen Hendra Kurniawan juga sebelumnya santer dikabarkan mengintimidasi orang tua Brigadir Yosua di Jambi.

"Terkesan intimidasi keluarga almarhum dan memojokkan keluarga sampai memerintah untuk tidak boleh memfoto, tidak boleh merekam, tidak boleh pegang HP, masuk ke rumah tanpa izin langsung menutup pintu dan itu tidak mencerminkan perilaku Polri sebagai pelindung, pengayom masyarakat," kata kuasa hukum keluarga Brigadir J, Johnson Panjaitan, Rabu, 20 Juli 2022 lalu.

Selain itu, Johnson Panjaitan mengungkapkan, Brigjen Hendra Kurniawan merupakan sosok yang mengirimkan jenazah Brigadir J ke rumah dukanya di Jambi, serta melarang keluarga membuka peti mayat Brigadi J.

"Karo Paminal itu harus diganti karena dia bagian dari masalah dan bagian dari seluruh persoalan yang muncul, karena dia yang melakukan pengiriman mayat dan melakukan tekanan kepada keluarga untuk (melarang) membuka peti mayat," kata Johnson. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Tigor - 26 November 2022 | 22:26 WIB
Arab Saudi gagal memetik hasil positif dalam laga kedua melawan Polandia.
News
Tigor - 26 November 2022 | 19:21 WIB
Australia membuka jalan untuk bisa lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022.
News
Tigor - 26 November 2022 | 18:38 WIB
Sering kita saksikan pemain sepak bola di saat jeda melakukan sebuah aktivitas carb rinsing.
News
Tigor - 26 November 2022 | 16:22 WIB
Presiden Jokowi mengklaim bahwa saat ini Indonesia sudah di jalur yang tepat.
News
Fernandho Pasaribu - 26 November 2022 | 15:53 WIB
Pernyataan Jokowi terkait siapa calon pemimpin rambut putih yang memikirkan rakyat identik dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
News
Fernandho Pasaribu - 26 November 2022 | 15:05 WIB
Jansen Sitindaon merespons pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait pemimpin berambut putih.
News
Tigor - 26 November 2022 | 13:08 WIB
Memasuki hari ke-7 penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar.
News
Morteza Syariati Albanna - 26 November 2022 | 10:26 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin menyatakan Indonesia menjadi negara yang Islam paling toleran di dunia dan hal ini menurutnya diakui oleh banyak pihak.
News
Morteza Syariati Albanna - 26 November 2022 | 9:35 WIB
Influenza kerap disamakan dengan batuk pilek selesma, padahal keduanya merupakan hal yang berbeda.
News
Morteza Syariati Albanna - 26 November 2022 | 8:56 WIB
Sekretaris Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Imam Pituduh menyatakan khilafah bukan solusi dari persoalan kebangsaan.
Loading ...