News

SDM Polres Jaksel Terbatas, Polda Metro Dianggap Profesional Tangani Kasus Brigadir J

SDM Polres Jaksel Terbatas, Polda Metro Dianggap Profesional Tangani Kasus Brigadir J
Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dan Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat. (Foto: Twitter Andi Siahaan)

Jakarta - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Dr Edi Hasibuan menegaskan persoalan baku tembak antarpolisi di rumah Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo sudah tepat ditangani oleh Polda Metro Jaya.

Polda Metro Jaya juga didukung dengan penyidik yang andal dan berpengalaman

Edi berpandangan, Polda Metro Jaya akan bisa lebih profesional menangani perkara tersebut, ketimbang Polres Jakarta Selatan.

"Tepat. Sejak kemarin, kami melihat kurang pas jika hanya ditangani Polres Jaksel. SDM polres juga terbatas," kata Edi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, 20 Juli 2022.

Dia mengatakan penarikan perkara dari Polres Metro Jaksel ke Polda Metro Jaya juga akan membuat penanganan kasus lebih cepat kelar apalagi didukung sarana dan prasarana lebih baik.

Menurutnya, sejak awal kasus penembakan seperti itu seharusnya sudah ditangani Polda Metro Jaya. Hal itu dilakukan agar tidak ada ketimpangan dalam proses pengungkapannya.

"Biar tidak timpang. Dengan ditangani Polda Metro Jaya, investigasi lebih baik dan profesional. Polda Metro Jaya juga didukung dengan penyidik yang andal dan berpengalaman. Kasus ini cocok ditangani timnya Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi," ujarnya.

Pengajar di Universitas Bhayangkara Jakarta ini berpendapat, penarikan kasus penembakan dari polres ke polda juga lebih memudahkan asistensi dari Mabes Polri.

"Fokus penyidik kepolisian saat ini adalah menyiapkan pembuktian secara ilmiah dalam penanganan perkara ini," tuturnya.

Dalam situasi seperti ini, lanjutnya, peran Indonesia Automatic Fingerprint System (Inafis) atau sistem sidik jari otomatis Indonesia juga sangat penting.

"Kami tekankan, bahwa ini masalah hukum. Tidak bisa berdasarkan kata si A, si B atau katanya . Tidak demikian," ucap Edi Hasibuan.[]

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Tigor - 26 November 2022 | 22:26 WIB
Arab Saudi gagal memetik hasil positif dalam laga kedua melawan Polandia.
News
Tigor - 26 November 2022 | 19:21 WIB
Australia membuka jalan untuk bisa lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022.
News
Tigor - 26 November 2022 | 18:38 WIB
Sering kita saksikan pemain sepak bola di saat jeda melakukan sebuah aktivitas carb rinsing.
News
Tigor - 26 November 2022 | 16:22 WIB
Presiden Jokowi mengklaim bahwa saat ini Indonesia sudah di jalur yang tepat.
News
Fernandho Pasaribu - 26 November 2022 | 15:53 WIB
Pernyataan Jokowi terkait siapa calon pemimpin rambut putih yang memikirkan rakyat identik dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
News
Fernandho Pasaribu - 26 November 2022 | 15:05 WIB
Jansen Sitindaon merespons pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait pemimpin berambut putih.
News
Tigor - 26 November 2022 | 13:08 WIB
Memasuki hari ke-7 penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar.
News
Morteza Syariati Albanna - 26 November 2022 | 10:26 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin menyatakan Indonesia menjadi negara yang Islam paling toleran di dunia dan hal ini menurutnya diakui oleh banyak pihak.
News
Morteza Syariati Albanna - 26 November 2022 | 9:35 WIB
Influenza kerap disamakan dengan batuk pilek selesma, padahal keduanya merupakan hal yang berbeda.
News
Morteza Syariati Albanna - 26 November 2022 | 8:56 WIB
Sekretaris Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Imam Pituduh menyatakan khilafah bukan solusi dari persoalan kebangsaan.
Loading ...