News

Rilis Lagu Depresi dan Lepaskan, Eternity Gate Jajal Panggung Calling Scream

Rilis Lagu Depresi dan Lepaskan, Eternity Gate Jajal Panggung Calling Scream
Grup band Eternity Gate. (Foto: Istimewa)

Jakarta - Grup band asal Semarang, Eternity Gate, hadir meramaikan kancah musik cadas Nusantara dengan merilis double single yang masing-masing berjudul Depresi dan Lepaskan.

Demi merayakan sekaligus mengesahkan perilisan lagu Depresi dan Lepaskan, Eternity Gate hadir menjajal panggung Calling Scream yang digelar oleh Jakarta Keras pada 25 September 2022.

Di acara yang berlangsung di Rooftop Ps. Gembrong Baru, Cipinang, Jakarta Timur tersebut, juga dimeriahkan oleh band-band ganas seperti Thrashline, Bestiality, Angkara, Disgusting God, Dead Chromatix, Toiletsounds, F.O.D., Despised hingga Cultural.

Di gelaran tersebut, Eternity Gate sendiri menyuguhkan format istimewa, dengan menghadirkan bintang tamu senior, yakni Trison Manurung (Roxx).

Di samping single Depresi dan Lepaskan, Eternity Gate juga sudah memulai ancang-ancang menyiapkan album mini (EP) dalam format digital. Beberapa materi lagu baru sudah di tangan dan siap direkam.

Eternity GateGrup band Eternity Gate. (Foto: Istimewa)

Berdiri sejak 26 Desember 2021, Eternity Gate tampil dengan konsep berbeda demi memenangkan persaingan di ranah independent.

Sesuai namanya, grup band yang digawangi oleh formasi Wawan (vokal), Cahyo `Tyo` Sulistyo (gitar), Cahyo `Iyok` Dwi H (bass) dan Reyhan `Rey` Zavier (dram) ini, ingin mengarahkan eksistensinya ke keabadian. Tentunya dalam arti, bisa bertahan lama dan selalu melahirkan karya.

"Kami mempunyai kesamaan dalam aliran ini, bertekad untuk terjun ke dalam dunia musik semaksimal mungkin, dan selalu mengeluarkan karya-karya," kata para personel Eternity Gate, dikutip Kureta pada Senin, 26 September 2022.

Sebagai gebrakan awal, Eternity Gate sudah menyiapkan dua karya lagu rilisan tunggal, masing-masing bertajuk Depresi dan Lepaskan.

Karya rekaman yang digarap selama sebulan tersebut, menceritakan tentang fenomena di sekitar kehidupan manusia, tentang keputusasaan dengan segala permasalahan kehidupan, dosa dan sebagainya.

Eternity Gate mengeksekusi rekaman dua single tersebut di Studioqu Music Recording, Semarang. Termasuk untuk pemolesan penataan suara (mixing) serta pelarasan suaranya (mastering).

Keganasan hardcore serta kedinamisan metalcore menjadi formula utama Eternity gates dalam menggarap musiknya. Khususnya di dua karya lagu awal mereka itu.

"Kami menggabungkan dari beberapa influence, di antaranya seperti Pantera, Lamb of God, Sepultura dan Slipknot," kata Tyo, yang juga tercatat sebagai gitaris di unit symphonic rock, Cultural Band.

"Konsep musik kami cenderung ke hardcore dan metalcore, namun juga masih terasa sentuhan old-school-nya," tuturnya. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Tigor - 26 November 2022 | 22:26 WIB
Arab Saudi gagal memetik hasil positif dalam laga kedua melawan Polandia.
News
Tigor - 26 November 2022 | 19:21 WIB
Australia membuka jalan untuk bisa lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022.
News
Tigor - 26 November 2022 | 18:38 WIB
Sering kita saksikan pemain sepak bola di saat jeda melakukan sebuah aktivitas carb rinsing.
News
Tigor - 26 November 2022 | 16:22 WIB
Presiden Jokowi mengklaim bahwa saat ini Indonesia sudah di jalur yang tepat.
News
Fernandho Pasaribu - 26 November 2022 | 15:53 WIB
Pernyataan Jokowi terkait siapa calon pemimpin rambut putih yang memikirkan rakyat identik dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
News
Fernandho Pasaribu - 26 November 2022 | 15:05 WIB
Jansen Sitindaon merespons pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait pemimpin berambut putih.
News
Tigor - 26 November 2022 | 13:08 WIB
Memasuki hari ke-7 penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar.
News
Morteza Syariati Albanna - 26 November 2022 | 10:26 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin menyatakan Indonesia menjadi negara yang Islam paling toleran di dunia dan hal ini menurutnya diakui oleh banyak pihak.
News
Morteza Syariati Albanna - 26 November 2022 | 9:35 WIB
Influenza kerap disamakan dengan batuk pilek selesma, padahal keduanya merupakan hal yang berbeda.
News
Morteza Syariati Albanna - 26 November 2022 | 8:56 WIB
Sekretaris Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Imam Pituduh menyatakan khilafah bukan solusi dari persoalan kebangsaan.
Loading ...