News

Proyek Infrastruktur Pariwisata di Taman Nasional Komodo, DPR: Kita Mau Merawat Alam

Proyek Infrastruktur Pariwisata di Taman Nasional Komodo, DPR: Kita Mau Merawat Alam
Komodo. (foto: theworldtravelguy.com)

Jakarta - Proyek infrastruktur pariwisata di Taman Nasional Komodo (TNK) dalam penataan dan pembangunan yang cukup masif. Pembangunan ini akan terus mengupayakan dan memperhatikan konservasi, serta kelestarian habitat komodo.

Jadi kita sudah hitung matang-matang, nanti ini dirawat dengan baik tentu diselaraskan dengan APBD dan APBN

TNK saat ini telah ditetapkan sebagai kawasan habitat alami satwa komodo, ini sebagai bagian dari kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Labuan Bajo dan sekitar.

Merespons itu, Anggota Komisi V DPR RI Effendy Sianipar menegaskan bahwa komisinya akan berupaya melakukan pengawasan agar TNK tetap lestari dan komodo akan tetap hidup sesuai habitatnya.

Effendy menegaskan bahwa Indonesia mampu merawat habitat asli komodo. Demikian disampaikan usai meninjau langsung TNK, di Pulau Rinca, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Sabtu, 2 Juli 2022.

"Jangan sampai ada isu internasional menyatakan kalau Indonesia tidak mampu merawat, sehingga muncul investor asing. Kita mau merawat alam kita sendiri, dengan biaya kita sendiri, tentu sumber pendapatan akan bertambah dari sini," kata Effendy meneruskan keterangannya, Senin, 4 Juli 2022.

Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa Indonesia mampu merawat dan melindungi habitat asli Komodo.

Menurutnya, keindahan alam Indonesia merupakan berkah bagi penduduknya, sehingga menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga dan melestarikan berkah dari Yang Maha Kuasa.

"Bahwa kita juga mampu melindungi alam, kita mampu menerima tamu yang besar, dan bukan hanya retorika belaka tentang keindahan Indonesia. Tentu perencanaan ini sudah matang, adanya pembangunan harus disertai dengan perawatan dan pemeliharaan," ujarnya.

Dia menjabarkan, persoalan pengelolaan dan pemeliharaan TNK nantinya bisa sharing tugas dan tanggung jawab antara Pemerintah Pusat dan Daerah.

"Jadi kita sudah hitung matang-matang, nanti ini dirawat dengan baik tentu diselaraskan dengan APBD dan APBN. Mungkin bisa sharing, tinggal diatur saja. tapi untuk sementara ini masih APBN. Karena ini adalah cagar budaya yang perlu dirawat," ucap Effendy.[]

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Loading ...