News

Polda Aceh Tangkap Pemalsu Surat Tes PCR

Polda Aceh Tangkap Pemalsu Surat Tes PCR
Bandara Aceh SIM. (Kureta/Istimewa Dishub Aceh)

Jakarta - Ditreskrimum Polda Aceh mengamankan pelaku pemalsuan surat keterangan hasil tes PCR berinisial AOS, 26 tahun, ketika kedapatan menjadi penumpang di maskapai penerbangan Batik Air di Bandara Sultan Iskandar (SIM), Aceh Besar.

Dilansir dari CNN Indonesia, Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy mengatakan, pemalsuan tersebut terungkap melalui hasil validasi yang dilakukan oleh petugas KKP Bandara saat pelaku hendak melakukan perjalanan dengan tujuan Banda Aceh - Jakarta.

"Setelah divalidasi, ternyata surat keterangannya itu palsu dan yang bersangkutan langsung dicegat oleh petugas KKP yang kemudian diserahkan ke Dirkrimum untuk diproses hukum," kata Winardy di Mapolda Aceh, Kamis, 8 Juli 2021.

Ia menjelaskan, pelaku melakukan pemalsuan dengan cara memindai scan hasil PCR asli dari Laboratorium Kesehatan Daerah, lalu keterangan hasil pemeriksaan dari positif menjadi negatif.

"Tindakannya itu bisa membahayakan masyarakat yang lain, mulai dari check in sampai ke dalam pesawat ia akan terus menyebarkan virus Covid-19," jelasnya.

Kini pelaku sudah diamankan untuk diisolasi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Aceh dan mengamankan barang bukti berupa hasil tes PCR yang sudah diubah, identitas, dan tiket pesawat untuk kepentingan penyidikan. 

Atas perbuatannya pelaku terjerat Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat.  "AOS sudah diisolasi. Ia akan dipersangkakan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat," jelasnya.

Masyarakat tidak perlu sampai nekat melakukan pemalsuan surat hasil tes PCR. Bila masih juga nekat, maka saya pastikan akan ditindak dan diproses pidana,

Winardy meminta agar masyarakat tidak melanggar ketentuan yang sudah ditetapkan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, apalagi sampai nekat memalsukan surat keterangan hasil tes PCR.

"Masyarakat tidak perlu sampai nekat melakukan pemalsuan surat hasil tes PCR. Bila masih juga nekat, maka saya pastikan akan ditindak dan diproses pidana," ucap Winardy. []

Baca juga:

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Loading ...