Opini

Pertaruhan Jenderal Listyo Sigit

Pertaruhan Jenderal Listyo Sigit
Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. (foto: istimewa).

*Oleh: Lestantya R. Baskoro

Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tengah mempertaruhkan reputasinya. Dilantik menjadi Kapolri oleh Presiden Joko Widodo pada 27 Januari 2021 dan mendapat banyak pujian atas kepemimpinannya selama ini, kini Sigit dihadapkan pada kasus yang penyelesaiannya akan menjadi catatan sejarah: pembunuhan Brigadir Joshua Hutabarat.

Jenderal Sigit sudah memberhentikan Kepala Divisi Propam Polri Inspektur Jenderal Ferdi Sambo dan pejabat polisi yang dinilai memiliki kaitan dengan kasus ini, Kepala Polres Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Budhi Herdi Susianto dan Kepala Biro Pengamanan Internal Brigadir Jenderal Hendra Kurniawan. Presiden Joko Widodo telah meminta kasus ini diusut tuntas.

Brigadir Joshua (J), menurut keterangan resmi polisi, tewas karena terlibat baku tembak dengan rekannya, Bharada E, di rumah dinas Ferdi Sambo di Kompleks Polisi Duren Tiga, Jakarta Selatan. Baku tembak terjadi karena Brigadir Joshua, menurut polisi, melakukan pelecehan terhadap istri Sambo.

Kendati peristiwa ini terjadi pada Jumat 8 Juli, polisi baru menyatakan ke publik tiga hari kemudian. Belakangan sejumlah kejanggalan kematian Joshua diungkap pengacara dan keluarga Joshua. 

Brigadir JBrigadir Polisi Nopryansyah Yosua Hutabarat semasa hidpunya. (Foto: Ist)

Mereka menyatakan Joshua tidak hanya ditembak tapi juga disiksa. Di media sosial publik mendesak agar Kapolri segera menuntaskan dengan cepat kasus ini.

Kapolri telah membentuk tim gabungan untuk mengusut kasus ini. Tidak hanya dari internal kepolisian juga melibatkan Komisi Kepolisian dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. 

Kapolri meminta pengusutan kasus penembakan yang menarik perhatian masyarakat luas ini mengedepankan scientific crime investigation (SCI). 

Secara umum, SCI adalah metode untuk mengungkap kasus kejahatan dengan mengaplikasikan ilmu dan teknologi yang kemudian dirangkum menggunakan analisa kriminalistik.

Sebagai mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Jenderal Sigit jelas berpengalaman dalam menghadapi kasus-kasus kriminalitas. Berpembawaan tenang dan cerdas, Sigit dikenal "berkepala dingin" dalam menangani kasus-kasus kejahatan -hal yang antara lain ikut membuat kariernya cemerlang. 

Tak heran jika kemudian Presiden Jokowi, Januari 2021 silam, mengusulkan Sigit sebagai calon tunggal Kapolri ke DPR, menggantikan Jenderal Idham Azis.

Harapan publik kini tertumpu pada Jenderal Sigit untuk mengungkap sebenderang-benderangnya kasus tewasnya Brigadir Joshua. Untuk membuktikan ada tidaknya penyiksaan, jika diperlukan, bisa dilakukan pemeriksaan jenazah (otopsi) ulang. 

Kapolri juga bisa menonaktifkan sementara semua anggota jajarannya yang dinilai terkait dan bisa mempengaruhi jalannya pemeriksaan kasus ini.

Telah sekitar dua pekan kasus ini berjalan dan Jenderal Sigit kini berlomba dengan waktu dan tuntutan publik. Presiden Joko Widodo tentu tidak ingin kepolisian, lembaga yang langsung berada di bawahnya itu, kehilangan kredibilitas karena kasus ini. 

Sigit harus membuktikan konsep Presisi (prediktif, responsibilitas, dan transparansi) Polri yang didengungkannya pada awal jabatannya benar-benar bermanfaat untuk masyarakat seperti yang ia kehendaki. Karena itu, kasus kematian Brigadir Joshua adalah pertaruhan Jenderal Sigit. [] (Jumat, 22 Juli 2022)

Lestantya R. Baskoro, wartawan senior.

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Fernandho Pasaribu - 27 September 2022 | 17:05 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD mengaku bakal mencari formula untuk mereformasi bidang hukum peradilan.
News
Eno Dimedjo - 27 September 2022 | 16:01 WIB
Kotak resmi mengumumkan rencananya untuk menggelar tur konser bertajuk HANTAM 18th KOTAK di 8 kota di Indonesia.
News
Eno Dimedjo - 27 September 2022 | 15:19 WIB
Devano resmi merilis single terbaru yang diberi tajuk Hari Paling Bahagia, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-20.
News
Eno Dimedjo - 27 September 2022 | 14:37 WIB
Aqeela Calista kembali berkarya di dunia tarik suara dengan merilis single cover versinya untuk lagu Kau Curi Lagi milik grup band J-Rocks.
News
Eno Dimedjo - 27 September 2022 | 13:43 WIB
Festival musik Pestapora 2022 sukses digelar di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta sepanjang akhir pekan lalu.
News
Fernandho Pasaribu - 27 September 2022 | 12:30 WIB
Pemerintah mengeluarkan Instruksi Presiden No. 7 tahun 2022 tentang penggunaan kendaraan bermotor listrik.
News
Fernandho Pasaribu - 27 September 2022 | 10:52 WIB
Anggota MPR RI Netty Aher menilai terjadinya beberapa kasus hukum yang menyedot perhatian belakangan ini karena kurangnya pengamalan Pancasila.
News
Eno Dimedjo - 27 September 2022 | 0:00 WIB
Opini Firman Jaya Daeli mengenai Pembangunan Kelembagaan Politik dan Penguatan Kualitas Otonomi Daerah.
Loading ...