News

Pemerintah Butuh Tambahan 20.000 Perawat dan 3.000 Dokter

Pemerintah Butuh Tambahan 20.000 Perawat dan 3.000 Dokter
Seorang petugas kesehatan menggendong bayi yang lahir dari ibu yang terjangkit penyakit virus corona (COVID-19) di ruang gawat darurat COVID-19 di sebuah rumah sakit pemerintah di Jakarta, Indonesia, 29 Juni 2021. (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan)

Jakarta -  Menyusul lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia, saat ini pemerintah membutuhkan tambahan 16.000 sampai 20.000 perawat. Selain itu, pemerintah juga membutuhkan 3.000 dokter untuk menangani pasien Covid-19.

"Kita sudah mengidentifikasi ada kebutuhan antar 16-20 ribu perawat," ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Senin, 12 Juli 2021.

"Kemudian, mengenai dokter kita juga melihat ada gap sekitar 3 ribuan dokter yang harus kita penuhi dengan penambahan kasus ini," katanya.

Baca juga: LaporCovid-19: Vaksin Merupakan Hak Publik yang Seharusnya Gratis

Menkes menuturkan saat ini ada sekitar 3.900 dokter yang diperkirakan akan menyelesaikan masa magangnya di tahun 2021. Nantinya, para dokter tersebut akan dipersiapkan untuk masuk ke rumah sakit untuk menangani pasien virus corona.

Covid-19 IndonesiaPetugas kesehatan bersiap merawat pasien di rumah sakit darurat penyakit virus corona (Covid-19) di Wisma Atlet, Jakarta, Indonesia, 26 Januari 2021. (Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

"Kita juga melihat dokter-dokter yang akan selesai intenshipnya di tahun ini ada sekitar 3.900. Jadi kita juga sudah mempersiapkan dokter-dokter tersebut yang baru lulus internship untuk segera masuk," katanya.

Budi menambahkan pemerintah juga telah menyiapkan dan mengidentifikasi tenaga perawat yang telah lulus sekolahnya, uji kompetensi, dan masih di tingkat akhir.

Budi mengatakan pihaknya akan berupaya agar para perawat tersebut dapat segera masuk ke praktik.

"Atas instruksi Bapak Presiden, kami akan bicara dengan Pak Menteri Pendidikan bagaimana bisa menggerakkan perawat-perawat ini lebih cepat masuk ke praktik," katanya.

Budi menjelaskan bahwa kondisi dikarenakan banyaknya perawat dan dokter yang terpapar Covid-19 dan harus menjalani isolasi mandiri. Pemerintah pun berencana menyuntikkan vaksinasi dosis ketiga kepada para tenaga kesehatan menggunakan vaksin Moderna.

"Akan dimulai secepat-cepatnya untuk melindungi mereka sebagai salah satu garda terdepan kita yang harus kita lindungi," katanya. [] 

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Tigor - 26 November 2022 | 22:26 WIB
Arab Saudi gagal memetik hasil positif dalam laga kedua melawan Polandia.
News
Tigor - 26 November 2022 | 19:21 WIB
Australia membuka jalan untuk bisa lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022.
News
Tigor - 26 November 2022 | 18:38 WIB
Sering kita saksikan pemain sepak bola di saat jeda melakukan sebuah aktivitas carb rinsing.
News
Tigor - 26 November 2022 | 16:22 WIB
Presiden Jokowi mengklaim bahwa saat ini Indonesia sudah di jalur yang tepat.
News
Fernandho Pasaribu - 26 November 2022 | 15:53 WIB
Pernyataan Jokowi terkait siapa calon pemimpin rambut putih yang memikirkan rakyat identik dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
News
Fernandho Pasaribu - 26 November 2022 | 15:05 WIB
Jansen Sitindaon merespons pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait pemimpin berambut putih.
News
Tigor - 26 November 2022 | 13:08 WIB
Memasuki hari ke-7 penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar.
News
Morteza Syariati Albanna - 26 November 2022 | 10:26 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin menyatakan Indonesia menjadi negara yang Islam paling toleran di dunia dan hal ini menurutnya diakui oleh banyak pihak.
News
Morteza Syariati Albanna - 26 November 2022 | 9:35 WIB
Influenza kerap disamakan dengan batuk pilek selesma, padahal keduanya merupakan hal yang berbeda.
News
Morteza Syariati Albanna - 26 November 2022 | 8:56 WIB
Sekretaris Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Imam Pituduh menyatakan khilafah bukan solusi dari persoalan kebangsaan.
Loading ...