News

Pemberantasan Mafia Tanah, Gertak: Kami Menunggu Aksi Mahfud MD

Pemberantasan Mafia Tanah, Gertak: Kami Menunggu Aksi Mahfud MD
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud Md. foto: Humas Kemenko Polhukam/pri.

Jakarta - Gerakan Rakyat Anti Aktor Koruptor (Gertak) menantang Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD sesegera mungkin beraksi dalam menindak tegas para mafia tanah.

Karena mafia tanah bisa bermain dengan para pejabat pejabat di lingkungan pertanahan

Menurut Ketua Gertak Dimas Tri Nugroho, ini merupakan langkah positif untuk tetap melaksanakan reformasi agraria yang digaungkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingat kasus tersebut terus bertambah.

"Kami sangat antusias mendengar pernyataan pak Menkopolhukam terkait permasalahan mafia tanah," kata Dimas mengutip keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, 25 Mei 2022.

Dia berpandangan, tindakan itu merupakan suatu harapan bagi rakyat Indonesia yang telah menjadi korban mafia tanah untuk mendapatkan keadilan.

Dimas berharap, Menkopolhukam dapat merealisasikan langkah-langkah kongkret dalam menjalankan amanat Presiden Jokowi, sekaligus mengungkap pihak pengusaha dan oknum pejabat pemerintahan yang terlibat.

"Kami menunggu aksi Pak Mahfud untuk menindak oknum pengusaha, pejabat dari atas hingga bawah jika ada yang bermain harus ditindak. Karena mafia tanah bisa bermain dengan para pejabat pejabat di lingkungan pertanahan," kata Dimas.

Sebelumnya, Mahfud MD menegaskan akan menindak tegas dan memberantas para mafia tanah. Pernyataan itu disampaikan usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi pada Senin, 23 Mei 2022 kemarin.

"Kan banyak mafia tanah, di mana orang tidak punya hak atas tanah tiba-tiba menang di pengadilan sampai ke tingkat Mahkamah Agung, padahal itu tanah negara, tanah rakyat gitu. Nah ini kita sekarang akan tegas," ujar Mahfud.

Mahfud mengaku akan menjerat mafia tanah melalui penegak hukum salah satunya Kejaksaan Agung. Dia menjelaskan, hal itu akan dilakukan dengan melakukan penyidikan, hingga putusan pidana bagi mafia tanah.

"Mafia tanah ini supaya tidak beroperasi terus merampas tanah negara, tanah rakyat. Orang enggak pernah menjual tanahnya tiba-tiba sudah dimiliki orang lain ketika ditanyakan, disuruh menggugat ke pengadilan, ketika di pengadilan dikalahkan. itu yang banyak," ucap Mahfud MD.[]

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Eno Dimedjo - 24 June 2022 | 23:23 WIB
Berikut lirik lengkap lagu Terang milik Biru Baru.
News
Eno Dimedjo - 24 June 2022 | 23:08 WIB
Grup duo Biru Baru resmi merilis karya teranyar berupa single yang diberi judul Terang.
News
Eno Dimedjo - 24 June 2022 | 22:39 WIB
Penyanyi dangdut Fitri Carlina membagikan kisah suksesnya tampil di Amerika Serikat berkat saluran YouTube yang ia kelola.
News
Fernandho Pasaribu - 24 June 2022 | 21:24 WIB
Anwar Hafid meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) segera membuat aturan teknis terkait pengisian pejabat sementara kepala daerah.
News
Fernandho Pasaribu - 24 June 2022 | 21:15 WIB
Sondang berpandangan, untuk mewujudkan kedaulatan pangan, perlu adanya dukungan dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.
News
Fernandho Pasaribu - 24 June 2022 | 19:16 WIB
Kemenkes bilang 13 provinsi di Indonesia yang telah memenuhi capaian target 70 persen vaksinasi Covid-19 dosis lengkap.
News
Fernandho Pasaribu - 24 June 2022 | 18:42 WIB
Martin Manurung mengapresiasi peluncuran pusat bantuan (call center) Lini Bappebti atau Badan Pengawas Perdagangan Komoditi.
News
Eno Dimedjo - 24 June 2022 | 16:25 WIB
Label rekaman Nagaswara resmi meluncurkan layanan multi channel network bernama Nagadigit, pada Jumat, 24 Juni 2022.
News
Morteza Syariati Albanna - 24 June 2022 | 15:59 WIB
Ketua Umum Bamus Betawi Riano P Ahmad mendorong Pemprov DKI dan polisi sanksi berat manajemen Holywings atas Muhammad dan Maria minum alkohol.
News
Morteza Syariati Albanna - 24 June 2022 | 15:53 WIB
Badan Musyawarah (Bamus) Betawi mengecam manajemen Holywings Indonesia terkait promosi minuman beralkohol untuk Muhammad dan Maria.
Loading ...