News

Oknum Dosen PTS Cirebon Diduga Tipu Mahasiswa dengan Modus Beasiswa

Oknum Dosen PTS Cirebon Diduga Tipu Mahasiswa dengan Modus Beasiswa
Ilustrasi penipuan. (Foto: Kureta/istimewa)

Cirebon - Salah seorang dosen Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kabupaten Cirebon, W 32 tahun diduga melakukan penipuan kepada para Mahasiswa. Bahkan, perbuatan tersebut dilakukannya sejak 2018 dan telah banyak menelan korban.

Padahal, pimpinan PTS tersebut masih menggunakan pendekatan kemanusiaaan untuk menyelesaikan secara internal. Namun W seolah tak menyesali perbuatannya dan kerap melancarkan aksi tersebut berulang kali. Meski sudah diingatkan, namun W terkesan tidak menggubris dengan aksinya.

Karena merasa geram, belasan Mahasiswa didampingi oleh Dosen dan salah satu Dekan kampus tersebut melaporkan oknum Dosen kepolisi. Perbuatannya dianggap telah merugikan para mahasiswa yang kebanyakan berasal dari keluarga tidak mampu.

Salah satu Dosen yang mendampingi para mahasiswa mengaku laporan ini sangat urgent, jika tidak dilakukan, W kemungkinan melakukan hal yang sama kepada calon mahasiswa berikutnya.

Salah satu Mahasiswa yang enggan disebutkan namanya mengatakan, modus oknum Dosen tersebut menjanjikan beasiswa dari Kampus. Namun, sebelum beasiswa itu keluar, Mahasiswa terlebih dulu harus membayar sejumlah uang.

"Kok aneh, ada pengumuman beasiswa di cafe. Kami itu kan sudah keluar uang untuk bayar kuliah dan katanya mau dapat beasiswa, tapi ketika mau ujian (UAS atau UTS) ternyata pembayaran kami tidak tercatat di kampus," katanya, Senin 7 Februari 2022.

Menurutnya, aksi tersebut sudah dilakukan berulang kali. Anehnya lagi, setelah didesak mengenai uang yang sudah dikeluarkan oleh Mahasiswa, W terkesanmengulur waktu. Bahkan dengan sangat gamblang, W menjawab uang itu digunakan untuk keperluan pribadi nya dulu.

"Lah ini beasiswa apa yah?, sejujurnya, kami apresiasi pihak kampus mulai dari Kaprodi dan Dekan yang dengar suara kami. Punten-punten banget yah, W ini sudah seringkali nipu, tapi kok tak pernah kapok, kalau mau jadi perampok yah janganlah di kampus, kami kan ke kampus tujuannya mau kuliah. Kami terpaksa ke Polisi buat laporan ini. Jangan racuni masa depan kami dengan contoh tidak baik ini," ungkapnya.

Kata para mahasiswa, sebenarnya masalah ini sudah diinisiasi oleh Pihak Kampus agar W bisa mengembalikan uang mereka. Pertemuan pun dilakukan pada Jumat 4 Februari 2022. Kala itu, W membawa Advokat.

Pihak kampus memiliki itikad baik menggelar pertemuan agar semua pihak baik dari orang tua serta putra-putri mereka dipertemukan dengan W untuk mengungkapkan jenis beasiswa seperti apa yang ditawarkan.

Namun ketika pihak kampus bertanya, apakah ada bukti seperti SK beasiswa dari Rektor? adakah surat keterangan dan bukti fisik sosialisasi beasiswa ke Dekan hingga ke Kaprodi.

Namun W tak mampu membuktikan bahwa beasiswa itu legal dan bertele-tele menyampaikan soal beasiswa bodong itu.

Apalagi W hanya Dosen biasa bukan Wakil Rektor, Dekan, Kaprodi atau masuk dalam Struktural. Faktanya, W dengan berani mengklaim secara sepihak bahwa dirinya adalah perwakilan kampus dan diberikan hak mempromosikan beasiswa ke para mahasiswa, baik yang baru dan lama.

Dengan pongahnya, Advokat dari pihak W menantang bakal membawa kasus yang menjerat kliennya (W) ke Kepolisian hingga pengadilan.

Sontak, Mahasiswa kaget, pihak kampus pun geram, apalagi orang tua. Niat baik justru di balas dengan nada gertak.

Dengan adanya gertakan dari Advokat W, mahasiswa yang menjadi korban menilai W tak memiliki itikad baik. Akhirnya, Mereka kompak ke Kepolisian Sumber Kabupaten Cirebon untuk membuat BAP, Senin 7 Februari 2022.

Salah satu Dosen yang mendampingi para mahasiswa mengaku laporan ini sangat urgent, jika tidak dilakukan, W kemungkinan melakukan hal yang sama kepada calon mahasiswa berikutnya.

"Tujuan kami baik, agar nama baik siapapun tidak tercoreng disini. Tapi justru sombong sekali W ini. Baiklah, jika memang yang diinginkan begitu yah, kami sebagai warga negara yang berada di negara hukum. Maka hukumlah yang bicara. Semoga ini jadi pembelajaran agar ada tindakan tegas yang diberikan kepada W atau siapapun yang melakukan penipuan di Perguruan Tinggi," ucapnya saat menyaksikan pembuatan BAP di Reskrim.

Dirinya memastikan, W sudah terbukti menipu, mencari keuntungan pribadi dengan membawa nama Kampus, bahkan terkesan meremehkan perguruan tinggi. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Eno Dimedjo - 24 June 2022 | 23:23 WIB
Berikut lirik lengkap lagu Terang milik Biru Baru.
News
Eno Dimedjo - 24 June 2022 | 23:08 WIB
Grup duo Biru Baru resmi merilis karya teranyar berupa single yang diberi judul Terang.
News
Eno Dimedjo - 24 June 2022 | 22:39 WIB
Penyanyi dangdut Fitri Carlina membagikan kisah suksesnya tampil di Amerika Serikat berkat saluran YouTube yang ia kelola.
News
Fernandho Pasaribu - 24 June 2022 | 21:24 WIB
Anwar Hafid meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) segera membuat aturan teknis terkait pengisian pejabat sementara kepala daerah.
News
Fernandho Pasaribu - 24 June 2022 | 21:15 WIB
Sondang berpandangan, untuk mewujudkan kedaulatan pangan, perlu adanya dukungan dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.
News
Fernandho Pasaribu - 24 June 2022 | 19:16 WIB
Kemenkes bilang 13 provinsi di Indonesia yang telah memenuhi capaian target 70 persen vaksinasi Covid-19 dosis lengkap.
News
Fernandho Pasaribu - 24 June 2022 | 18:42 WIB
Martin Manurung mengapresiasi peluncuran pusat bantuan (call center) Lini Bappebti atau Badan Pengawas Perdagangan Komoditi.
News
Eno Dimedjo - 24 June 2022 | 16:25 WIB
Label rekaman Nagaswara resmi meluncurkan layanan multi channel network bernama Nagadigit, pada Jumat, 24 Juni 2022.
News
Morteza Syariati Albanna - 24 June 2022 | 15:59 WIB
Ketua Umum Bamus Betawi Riano P Ahmad mendorong Pemprov DKI dan polisi sanksi berat manajemen Holywings atas Muhammad dan Maria minum alkohol.
News
Morteza Syariati Albanna - 24 June 2022 | 15:53 WIB
Badan Musyawarah (Bamus) Betawi mengecam manajemen Holywings Indonesia terkait promosi minuman beralkohol untuk Muhammad dan Maria.
Loading ...