News

OJK Klaim ada 3.631 Pinjol Ilegal yang Sudah Ditindak

OJK Klaim ada 3.631 Pinjol Ilegal yang Sudah Ditindak
Ilustrasi Uang Rupiah. (Foto: Pixabay)

Jakarta - Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Riswinandi, mencatat sebanyak 3.631 pinjaman online (pinjol) ilegal berhasil ditindak sejak 2018 sampai dengan sekarang.

Berbicara dalam acara Dialog Kebangsaan Series 3 yang bertajuk "Pemberantasan Pinjaman Online Ilegal" yang digelar secara daring, Riswinandi mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk membentuk Satgas Waspada Investasi.

"Sebagai langkah konkret OJK bersama aparat penegak hukum, kementerian, serta lembaga yang tergabung dalam Satgas Waspada Investasi, kami terus melakukan penyisiran dan penindakan terhadap pinjol ilegal," kata Riswinandi, dikutip Kureta pada Selasa, 9 November 2021.

Riswinandi menilai, keberadaan pinjol ilegal merupakan pekerjaan rumah bersama yang perlahan tapi pasti terus ditertibkan dan OJK tidak bisa melakukannya sendiri.

Fenomena pinjol ilegal di tengah berbagai capaian serta kontribusi industri financial technology (fintech) peer to peer (P2P) legal di Indonesia memang cukup meresahkan.

OJKIlustrasi - Analis Senior Direktorat Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Fintech OJK Tomi Joko Irianto bicarakan aplikasi pinjaman online (pinjol). (foto: Media Indonesia).

Akibat dari banyaknya pemain pinjol ilegal ini, kata Riswinandi, citra industri fintech cukup terganggu, padahal dengan segala keunggulannya, industri tersebut sebetulnya sangat potensial membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan keuangannya secara cepat dan menjangkau seluruh pihak.

Lantaran itu, ia menilai sangat penting mengedukasi masyarakat untuk selalu dapat membedakan mana fintech legal dan pinjol ilegal.

"Sebagai tindakan preventif, OJK sudah melakukan berbagai kegiatan termasuk sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai kanal, seperti media sosial, webinar, kuliah umum baik dilakukan oleh edukasi perlindungan konsumen, Satgas Waspada Investasi, maupun dari satker pengawas," kata dia. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Loading ...