News

Meski Pandemi, Simpanan Masyarakat di Bank Naik jadi Rp 6.723 Triliun, Paling Banyak Jakarta dan Sumut

Meski Pandemi, Simpanan Masyarakat di Bank Naik jadi Rp 6.723 Triliun, Paling Banyak Jakarta dan Sumut
Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Jakarta - Meski kondisi perekonomian masyarakat Indonesia sangat terpukul akibat pandemi Covid-19, namun Bank Indonesia (BI) mencatat dana pihak ketiga (DPK) di perbankan tumbuh 11,7% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 6.723,3 triliun pada Juni 2021, atau meningkat dibanding pertumbuhan Mei 2021 yang sebesar 11,1%.

Mengutip Antara, berdasarkan Statistik Analisis Uang Beredar Juni 2021 yang diumumkan Bank Indonesia di Jakarta, Jumat, 23 Juli 2021, peningkatan DPK perbankan bersumber pada tabungan dan giro, baik dalam rupiah maupun valas.

BI mencatat jenis simpanan giro tumbuh 21,4% (yoy) di Juni 2021, sedangkan tabungan 12,8% (yoy) dan simpanan berjangka tumbuh 5,6% (yoy).

“Peningkatan DPK terutama pada tabungan dan giro, baik dalam rupiah maupun valas. Sedangkan berdasarkan golongan nasabah, peningkatan giro terjadi pada nasabah korporasi dan perorangan, sementara peningkatan tabungan didorong oleh perorangan,” kata BI, dikutip dari Antara, Jumat, 23 Juli 2021.

Menurut analisa BI, tabungan masyarakat yang terus bertumbuh di Juni 2021, disebabkan oleh peningkatan tabungan di DKI Jakarta dan Jawa Timur. Tabungan yang di Juni 2021 tumbuh 12,8% (yoy), pada Mei 2021 juga tumbuh 11,6% (yoy).

Sementara itu pertumbuhan giro bersumber dari peningkatan simpanan giro di DKI Jakarta dan Sumatera Utara.

“Di sisi lain, simpanan berjangka mengalami perlambatan, dari 6,4% (yoy) pada Mei 2021 menjadi 5,6% (yoy) pada Juni 2021, terutama simpanan berjangka di Jawa Barat dan Sumatera Utara,” demikian BI.

Peningkatan DPK ini juga yang menjadi salah satu pendorong fungsi intermediasi atau penyaluran kredit. Di Juni 2021 ini uang beredar dalam arti luas atau M2 tumbuh 11,4$ (yoy) menjadi sebesar Rp7.119,6 triliun. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Loading ...