Opini

Luhut Pandjaitan dan Keberhasilan Indonesia Salah Satu Terbaik di Dunia Atasi Covid-19

Luhut Pandjaitan dan Keberhasilan Indonesia Salah Satu Terbaik di Dunia Atasi Covid-19
Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Facebook)

John Hopkins University menyebut penanganan Covid-19 di Indonesia salah satu yang terbaik di dunia karena berhasil menurunkan rasio positif lebih dari 50 persen dalam dua pekan. "one of the best in the world," tulis John Hopkins University.

Luhut punya track record bahwa dia akan selalu tampil di depan atau ditunjuk oleh Pak Jokowi, dipercaya Pak Jokowi ketika keadaan semakin genting.

"Sebagai salah satu yang terbaik di dunia, karena mampu menurunkan kasus hingga di bawah 58 persen dalam kurun waktu 2 minggu," kata juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi dalam pemaparannya, Minggu 19 September 2021.

Keberhasilan ini tentu tak lepas dari sebuah sosok, yang sejak Indonesia mengalami lonjakan kasus Covid-19 sebagai salah satu yang tertinggi di dunia pada Juni-Juli 2021 selalu menjadi sorotan, yakni Menko Kemaritiman dan Investasi Jenderal (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan.

Ketika Presiden Jokowi menunjuknya menjadi komandan penanganan Covid-19 di Jawa dan Bali pada Selasa, 29 Juni 2021, beragam tanggapan muncul, mampukah Luhut mengatasi lonjakan kasus Covid-19?

Sebenarnya, bukan kali itu saja Jokowi menunjuk Luhut jadi komandan penanganan Covid-19 di Indonesia. Sebelumnya, pada 13 September 2020, Luhut telah ditunjuk menangani lonjakan kasus khusus di 9 provinsi.

Kala itu, sumbangan kasus aktif 10 provinsi mencapai 71,8% dari kasus aktif nasional. Namun sejak ditangani Luhut, pada 20 September 2020 persentase menurun menjadi 70,4% dan kembali turun pada 27 September 2020 mencapai 67,6%.

Meski punya prestasi menangani Covid-19 di sembilan provinsi, tetap saja penunjukan Luhut menangani Jawa-bali menuai kritikan dari berbagai kalangan. Paling pahit, ada yang menyebut Luhut adalah menteri segala urusan.

Mengutip Tirto.id, Ahli Komunikasi Politik Universitas Padjajaran Kunto A. Wibowo melihat aksi Jokowi menunjuk Luhut sebagai bentuk kepercayaan pribadi Jokowi kepada mantan Dubes RI di Singapura itu. “Luhut punya track record bahwa dia akan selalu tampil di depan atau ditunjuk oleh Pak Jokowi, dipercaya Pak Jokowi ketika keadaan semakin genting," kata Kunto.

Luhut dan JokowiMenko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) dan Presiden Joko Widodo (kanan). foto: OIC-ES2016/Akbar Nugroho)

Masih mengutip Tirto, Luhut memang sudah seringkali mendapat "pekerjaan berat" dari Jokowi. Sebut saja instruksi Jokowi kepada Luhut untuk meningkatkan investasi kuartal ketiga pada 2020. Kemudian tim Global Maritime Fulcrum Task Force alias penanggung jawab bidang investasi untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Belt and Road Initiative di Cina selama 24-27 April 2019 yang berhasil membawa banyak investor negeri Panda.

Luhut juga pernah menduduki kursi strategis sebagai Kepala Staf Kepresidenan di periode pertama Jokowi. Di periode kedua, Luhut sempat menjadi PLT Menteri Perhubungan saat Budi Karya positif Covid-19 dan Plt Menteri Kelautan dan Perikanan saat Edhy Prabowo ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Luhut sempat menjabat sebagai Plt Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggantikan posisi Archandra Thahar yang diberhentikan dengan hormat. Saat itu, posisi Arhandra dipermasalahkan karena masih memegang kewarganegaraan Amerika Serikat (AS). Luhut yang menjabat Menteri ESDM Ad Interim kemudian digantikan oleh Ignasius Jonan.

Sejak periode pertama Jokowi, Luhut sudah mengemban banyak tugas yang diberikan Jokowi. Ketika Luhut menjabat Kepala Staf Presiden, ia diberi tugas menjadi penanggungjawab Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika Tahun 2015 Dalam Rangka Peringatan Ke-60 Konferensi Asia-Afrika dan Peringatan Ke-10 New Asian-African Strategic Partnership pada bulan April tahun 2015 di Jakarta dan Bandung. Ia sukses menjalankan tugas ini.

Luhut juga sukses menjalankan tugas sebagai Ketua Panitia Nasional Indonesia Ketika Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan tahunan Bank Dunia dan IMF pada 2018 yang akan diselenggarakan pada 8-14 Oktober 2018 di Nusa Dua, Bali.

Saya bisa mengklaim diri saya sebagai manajer yang baik.

Kesuksesan itu terlihat Ketika Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde mengatakan, Bali merupakan lokasi terbaik selama sejumlah pertemuan IMF-WBG yang diikutinya. Bahkan, dia mengaku ingin mengulangi pelaksanaan acara tahunan tersebut di Bali.

Beberapa hal dapat disepakati dalam acara tahunan itu. Pertama, beberapa lembaga keuangan memberikan hibah dan pinjaman untuk pendanaan penanganan bencana di Sulteng dan Lombok, NTB, serta wilayah terdampak lainnya.

Kedua, investasi bidang infrastruktur. Selama sidang tahunan, pemerintah menawarkan 80 proyek dari 21 BUMN senilai USD 42 miliar atau sekitar Rp 630 triliun kepada investor. Sebanyak 19 proyek senilai USD 13,5 miliar atau Rp 202 triliun disepakati.

Kunto menduga, penunjukan yang dilakukan Jokowi juga berdasarkan kemampuan Luhut serta kepentingan jenderal bintang 4 itu yang tidak punya motif tertentu di pemerintahan.

Luhut Binsar PandjaitanMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengunjungi Rumah Oksigen  pada Minggu, 18 Juli 2021. (Foto: Antara)

Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Husein Habsyi juga mengomentari penunjukan Luhut sebagai Ketua Penanganan Covid Jawa-Bali. Ia menekankan bahwa Indonesia saat ini perlu penanganan dengan kekuatan komando yang kuat. “Pak Luhut ditunjuk ya tentu itu hak presiden dalam memastikan itu. Ya paling tidak kita harus bisa menempatkan posisi bahwa saat ini kondisi memang perlu adanya komando yang jelas. Mungkin Pak Presiden melihat beliau ini memiliki kemampuan itu,” kata Habsyi, mengutip Tirto, Rabu, 30 Juni 2021.

Ahli kebijakan publik dari Universitas Indonesia Roy Valiant Salomo melihat, penunjukan Luhut karena ia adalah orang kepercayaan Jokowi serta dinilai bisa menangani banyak masalah. Ia tidak mempermasalahkan pemilihan Luhut untuk menjadi ketua penanganan Covid-19 di Jawa-Bali.

Sementara, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian mengatakan, Luhut Pandjaitan ditunjuk untuk menangani pandemi Covid-19, karena selama ini dia dianggap mampu mengeksekusi tugas-tugas yang diberikan presiden dengan baik.

Luhut sendiri kepada wartawan tahun lalu mengatakan dirinya adalah "manajer yang baik" yang didukung sejumlah ahli epidemiologi atau ahli penyakit menular.

Hal itu dikatakan Luhut dalam jumpa pers daring, Jumat (18/09/2020) malam, menanggapi kritikan sejumlah pihak, termasuk dari seorang ahli penyakit menular, yang mempertanyakan kapasitas dia dalam menanggulangi pandemi covid-19.

"Saya bukan epidemiolog, memang betul, tapi saya dibantu banyak orang pintar, anak-anak pintar [berlatar] epidemiolog," kata Luhut.

Dia kemudian menyebut sebagian anggota tim ahli penyakit menular yang membantunya adalah "lulusan Universitas Indonesia dan Universitas Harvard (AS)".

"Jadi orang-orang yang sangat berkualitas yang membantu saya," ujarnya.

"Saya hanya manajer," tambahnya. "Saya bisa mengklaim diri saya sebagai manajer yang baik."

Tak hanya berada di belakang meja, Luhut juga langsung terjun ke lapangan ketika ditunjuk menangani Covid-19 di Jawa-Bali. Ia langsung berkunjung dan berkoordinasi dengan gubernur, Pangdam, dan Kapolda untuk mensinergikan persoalan yang ada di lapangan.

VaksinasiKapolresta Cirebon Kombes Pol Arif Budiman meninjau Vaksinasi massal santri Ponpes Gedongan. (Foto: Kureta/Humas Polresta Cirebon)

Kepada Najwa Shihab, dalam tayangan di kanal YouTube Najwa Shihab, Kamis (24/9/2020), Luhut mengatakan penunjukan dirinya sebagai komandan penanganan Covid-19 karena Presiden ingin ada koordinasi semua elemen.

"Mungkin Presiden lihat supaya lebih cepat, lebih efektif, maka saya ditugasin," kata Luhut.

Saat ditanya mengapa bukan Menteri Kesehatan yang bidangnya lebih sesuai untuk memimpin penanganan Covid-19, Luhut menjawab bukan hanya satu sektor yang terlibat. Ia mengatakan, penanganan Covid-19 juga membutuhkan koordinasi dengan TNI-Polri, pemerintah daerah, dan Satgas Penanganan Covid-19. Karena itu, ia mengatakan, Presiden Jokowi menunjuknya untuk menyinergikan semua sektor tersebut. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Yohanes Charles - 25 October 2021 | 20:54 WIB
Kiai Maman yang juga pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi itu, berharap agar Menteri Agama lebih berhati-hati dalam melakukan komunikasi publik.
News
Fernandho Pasaribu - 25 October 2021 | 20:17 WIB
Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta menyayangkan peretasan situs resmi Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN).
News
Eno Dimedjo - 25 October 2021 | 17:47 WIB
Jawara Bintang Pantura 6, yakni Findi, Via dan Desofi, menyapa para penggemarnya lewat program Semangat Senin Indosiar
News
Eno Dimedjo - 25 October 2021 | 16:51 WIB
Dua unit Kereta ringan lintas rel terpadu (LRT) Jabodetabek mengalami kecelakaan dalam proses uji coba di jalur layang ruas Munjul, Jakarta Timur
News
Eno Dimedjo - 25 October 2021 | 16:02 WIB
Perusahaan teknologi komunikasi Samsung Indonesia menghadirkan produk teranyarnya, yakni Galaxy M52 5G.
News
Morteza Syariati Albanna - 25 October 2021 | 15:57 WIB
Timpali Menag Yaqut Cholil, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla menegaskan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) bukan hadiah untuk ormas.
News
Morteza Syariati Albanna - 25 October 2021 | 15:49 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) hadiah dari negara untuk Nahdlatul Ulama, bukan seluruh Islam
News
Eno Dimedjo - 25 October 2021 | 15:44 WIB
Sejumlah news anchor alias pembaca berita program Liputan 6 membagikan kisah mereka di balik layar dalam program Meet and Greet Liputan 6.
News
Eno Dimedjo - 25 October 2021 | 15:28 WIB
Grup band Payung Teduh menjawab kerinduan fans dengan merilis single terbaru bertajuk Suar melalui platform pemutar musik digital.
News
Fernandho Pasaribu - 25 October 2021 | 14:56 WIB
Anggota Komisi V DPR RI, Novita Wijayanti merespons munculnya landasan aturan Instruksi Menteri Dalam Negri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021.
Loading ...