News

LPSK Minta M Kece Dipisah dari Tahanan Lain Agar Tidak Babak Belur

LPSK Minta M Kece Dipisah dari Tahanan Lain Agar Tidak Babak Belur
Tersangka penistaan agama Muhammad Kosman alias Muhammad Kece menjadi korban penganiayaan Irjen Pol Napoleon Bonaparte di Rutan Mabes Polri. Foto/Istimewa

Jakarta - Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi Pasaribu menyarankan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri harus memisahkan sel tersangka penistaan agama Muhammad Kece dari tahanan lain. 

Menurut dia M Kece harus dipisah dengan tahanan lain karena menyangkut dengan faktor keamanan yang bersangkutan, agar kasus penganiayaan M Kece hingga babak belur tidak terulang di kemudian hari.

"Di satu sisi, kita tahu M. Kece menjadi tersangka penistaan agama. Pada kasus penganiayaan, dia korban. Dengan dipisah dari tahanan lain, keselamatannya bisa lebih terjaga," kata Edwin dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, 24 September 2021

Baca jugaBukan Hanya Napoleon Bonaparte yang Aniaya M Kece di Rutan Bareskrim

Edwin berpandangan, pemisahan sel Kece dari tahanan lain dapat mencegah terulangnya aksi penganiayaan terhadap tersangka penistaan agama tersebut. Jaminan keselamatan terhadap semua tahanan, lanjut Edwin, menjadi tanggung jawab pengelola rutan, termasuk terhadap Kece. 

Dengan jaminan keselamatan itu, Kece alias Muhammad Kosman dapat mengikuti proses hukum yang menjeratnya pada kasus penistaan agama. 

"Kece harus mempertanggungjawabkan perbuatannya melalui proses persidangan," kata Edwin menegaskan. 

Ia menyayangkan tindakan-tindakan di luar proses hukum terhadap Kece atas perbuatannya yang diduga melakukan penistaan agama. 

Baca jugaEks Panglima FPI Bantu Napoleon Bonaparte Aniaya M Kece di Sel

"Hukum harus ditempatkan sebagai panglima. Jika ada seseorang yang diduga melakukan pidana, yang bersangkutan harus diproses sesuai dengan perundang-undangan," kata Edwin. 

Dia juga memberikan apresiasi atas tindakan cepat Bareskrim Polri yang telah mengisolasi Irjen Polisi Napoleon Bonaparte, terduga pelaku penganiayaan terhadap Kece. 

Akan tetapi, potensi ancaman terhadap Kece juga harus dilihat lebih komprehensif. Apalagi, melihat tindak pidana yang menjerat Kece pada kasus penistaan agama. Pengelola rutan, kata Edwin, diharapkan dapat melihat potensi ancaman terhadap keselamatan Kece. 

"Kemungkinan adanya pihak-pihak yang masih tidak terima atas perbuatan Kece karena melakukan penistaan agama sangat terbuka. Hal ini harus menjadi perhatian pengelola rutan," ujarnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, tersangka kasus dugaan penistaan agama M Kece dianiaya di Rutan Bareskrim Polri. Terduga pelaku penganiaya adalah sesama tahanan, yakni Irjen Polisi Napoleon Bonaparte, tersangka pada kasus dugaan penerimaan suap terkait penghapusan red notice buronan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Fahzian Aldevan - 3 December 2021 | 21:46 WIB
Mantan Kepala Sekolah SMPN 1 Reo dijebloskan ke penjara karena korupsi dana BOS.
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 17:29 WIB
Chief Operating Officer (COO) Pahami Cipta Edukasi (Pahamify) Mohammad Ikhsan menyatakan era pendidikan yang dinamis saat pandemi.
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 16:04 WIB
Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju kembali memanas seiring mendekati Rabu Pon 8 Desember mendatang ini calon Jaksa Agung pengganti ST Burhanuddin
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 15:50 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menjelaskan perihal harta kekayaannya melejit Rp 4 miliar, saat jadi pimpinan KPK.
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 15:18 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi sentil Kapolda dan Kapolres sowan ke sesepuh ormas yang buat keributan. Berikut berita secepatnya.
Opini
Fahzian Aldevan - 3 December 2021 | 15:07 WIB
Memiliki tubuh yang ideal, sehat, dan kuat adalah dambaan setiap orang.
News
Fahzian Aldevan - 3 December 2021 | 12:47 WIB
Pemda Manggarai gandeng Kejari Cabang Reo sosialisasi penggunaan dana BOS
News
Fetra Tumanggor - 3 December 2021 | 12:35 WIB
Obat Sotrovimab disebut ampuh melawan virus corona, termasuk varian Omicron. Lalu apa itu sotrovimab?
Loading ...