News

KSP Minta Pembuat Mural Gambar Jokowi Patuhi Hukum, Etika, dan Estetika

KSP Minta Pembuat Mural Gambar Jokowi Patuhi Hukum, Etika, dan Estetika
Foto: Mural \\'Jokowi 404: Not Found\\' terpampang di dinding di Tangerang (dok.istimewa)

Jakarta - Kantor Staf Presiden (KSP) menanggapi maraknya mural yang diduga menyerang Presiden Joko Widodo atau Jokowi, bahkan belakangan ini menjadi polemik di tengah masyarakat. 

Deputi IV KSP Juri Ardiantoro menyatakan, mural yang ada dugaan menyerang Presiden Jokowi mencerminkan kekeliruan praktik demokrasi. 

"Maraknya mural di fasilitas-fasilitas publik di beberapa kota yang sebagian diduga menyerang Presiden Joko Widodo mencerminkan bahwa ada kekeliruan mendasar dari persepsi dan praktik demokrasi dari para pembuatnya," ujar Juri dalam siaran pers di Jakarta, Jumat, 3 September 2021

Baca juga: Viral Mural Kritik Pemerintah, Gibran: Itu yang Bikin Vandalisme Silakan Ketemu Saya

Juri mengajak semua pihak membangun demokrasi dengan kepatuhan hukum, etika, dan estetika demi ketertiban sosial. 

Jika kritik dimaknai sebagai bagian demokrasi, menurut dia, tidak boleh mengabaikan elemen-lemen yang mendasarinya, yakni kepatuhan hukum, etika, dan estetika demi menjaga ketertiban sosial. 

Dikatakan pula bahwa mural-mural yang sengaja ditebarkan, yang baru-baru ini menyerang Presiden Joko Widodo, adalah cermin dari perbuatan yang justru keluar ketiga unsur tersebut, karena menurutnya menganggu ketertiban sosial dan kepatuhan hukum, serta minim nilai-nilai etika dan estetika. 

Baca juga: Faldo Maldini Diserang Warganet Gegara Mural #Jokowi404NotFound

KSPDeputi IV KSP Juri Ardiantoro. ANTARA/HO-KSP.

Ia menegaskan, kritik harus mengandung semangat dan unsur-unsur yang membangun, termasuk memberi solusi atas berbagai permasalahan yang menjadi objek kritikan. 

"Presiden Jokowi berkali-kali menyampaikan bahwa dirinya terbuka akan berbagai masukan maupun kritik. Bahkan, tidak akan menempatkan para pengkritiknya sebagai musuh, termasuk para pembuat mural yang menyerang dirinya," kata Juri. 

Seperti yang disampaikan dalam Pidato Kenegaraan Presiden pada tanggal 16 Agustus 2021, kata dia, Kepala Negara mengatakan bahwa kritik penting bagi bangsa dan negara. 

Presiden Jokowi menyampaikan terima kasih untuk seluruh anak bangsa yang telah menjadi bagian dari warga negara yang aktif dan terus ikut membangun budaya demokrasi. 

Jadi, kata Juri, membuat mural bukanlah sebuah masalah. Akan tetapi, penting diperhatikan apakah mural itu diperbolehkan digambar di tempat publik tersebut. Selain itu, apakah tidak mengganggu kenyamanan masyarakat, kemudian apakah kontennya tidak menyerang pribadi-pribadi orang secara sembarangan. 

Ia pun mempersilakan masyarakat mengungkapkan dan berekspresi untuk membangun demokrasi yang penuh keadaban dan optimisme sebagai bangsa. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Fahzian Aldevan - 3 December 2021 | 21:46 WIB
Mantan Kepala Sekolah SMPN 1 Reo dijebloskan ke penjara karena korupsi dana BOS.
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 17:29 WIB
Chief Operating Officer (COO) Pahami Cipta Edukasi (Pahamify) Mohammad Ikhsan menyatakan era pendidikan yang dinamis saat pandemi.
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 16:04 WIB
Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju kembali memanas seiring mendekati Rabu Pon 8 Desember mendatang ini calon Jaksa Agung pengganti ST Burhanuddin
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 15:50 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menjelaskan perihal harta kekayaannya melejit Rp 4 miliar, saat jadi pimpinan KPK.
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 15:18 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi sentil Kapolda dan Kapolres sowan ke sesepuh ormas yang buat keributan. Berikut berita secepatnya.
Opini
Fahzian Aldevan - 3 December 2021 | 15:07 WIB
Memiliki tubuh yang ideal, sehat, dan kuat adalah dambaan setiap orang.
News
Fahzian Aldevan - 3 December 2021 | 12:47 WIB
Pemda Manggarai gandeng Kejari Cabang Reo sosialisasi penggunaan dana BOS
News
Fetra Tumanggor - 3 December 2021 | 12:35 WIB
Obat Sotrovimab disebut ampuh melawan virus corona, termasuk varian Omicron. Lalu apa itu sotrovimab?
Loading ...