News

Konflik Keraton Surakarta, Norman: Tegakkan Hukum Adat - Hukum Formal

Konflik Keraton Surakarta, Norman: Tegakkan Hukum Adat - Hukum Formal
Pemerhati Kearifan Budaya Adiluhung, KP Norman Hadinegoro. (Foto: Dokumen Norman)

Jakarta - Pemerhati Kearifan Budaya Adiluhung, KP Norman Hadinegoro menilai perseteruan antar-saudara Sinuhun Pakoebowono XIII yang sudah berlangsung selama 17 tahun ini merugikan banyak pihak, termasuk pecinta Budaya Keraton Surakarta.

Norman mengatakan, sejak dulu penerus budaya Keraton Surakarta Hadiningrat, yakni Pakoebowono XIII tidak pernah dihormati oleh adik kandungnya sendiri.

Tidak ada saling memaafkan satu dengan yang lain maka keraton akan semakin terpuruk, semakin tidak menjadi panutan

"Adik-adiknya tidak pernah mau menghormati kakaknya sebagai kakak tertua yang sekaligus diangkat Pakoebowono XIII sebagai yang diakui Pemerintah. Konflik yang berlarut-larut itu merugikan pecinta Budaya Karaton Surakarta yang mempunyai nilai sejarah. Padahal Karaton Surakarta bagian dari NKRI dan sebagai cagar budaya," kata Norman kepada Kureta, Senin, 19 April 2021.

Dia menegaskan, pemerintah sesungguhnya mempunyai perhatian khusus terhadap kelestarian tradisi budaya. Pun begitu, katanya, perseteruan yang berlarut-larut dapat merugikan budaya tersebut.

"Tapi kalau kisruh atau ribut, tidak menutup kemungkinan kalau pemerintah menyetop bantuan pembinaan. Karena bantuan pemerintah itu harus dipertanggungjawabkan keuangannya karena memakai Dana APBN dan APBD," ujarnya.

Dia menjelaskan, pada tahun 2017 telah terjadi kesepahaman antara Pakoebowono XIII dengan dengan keluarganya. Namun, ada beberapa butir kesepahaman yang hingga kini tidak pernah dilaksanakan, bahkan dilanggar.

"Pertama, adik-adiknya kurang menghormati Sinuhun Pakoebowono Xlll beserta permaisuri. Kedua, seharusnya ada pertanggungjawaban keuangan bantuan dari pemerintah sejak tahun 2004 dan bantuan lainnya. Dan yang terakhir, mempertanggungjawabkan pemberian gelar dan kekancingan," tuturnya.

Selain berharap hukum adat keraton dan hukum formal ditegakkan, Norman juga meminta pemerintah turun tangan untuk menanyakan perihal keuangan yang ada di keraton.

"Usia mereka rata-rata 60 tahun ke atas, bahkan ada yang sudah wafat. Sangat sulit untuk didamaikan jika tidak ada pengendalian diri di antara kakak dan adik. Tidak ada saling memaafkan satu dengan yang lain maka keraton akan semakin terpuruk, semakin tidak menjadi panutan," kata dia.

Selain itu, dia berpandangan bahwa di era milenial ini belum ada tanda-tanda pengajaran adat keraton kepada generasi baru Pakoebowono XII dan Pakoebowono XIII.

"Saya lihat anak dan cucu Pakoebowono XII dan Pakoebowono XIII belum diajarkan soal adat keraton untuk meneruskan uri-uri budaya Karaton Surakarta. Semoga cucu-cucu Pakoebowono yang usianya rata-rata di atas 25 tahun tidak mewariskan perseteruan keluarga," ucap Norman Hadinegoro.[]

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Eno Dimedjo - 16 August 2022 | 23:57 WIB
Dua pengedar narkoba jenis sabu-sabu di Provinsi Aceh ditangkap polisi.
News
Eno Dimedjo - 16 August 2022 | 22:32 WIB
Platform streaming Vidio resmi menghadirkan musim kedua dari original seriesnya, yakni Serigala Terakhir 2.
News
Eno Dimedjo - 16 August 2022 | 22:10 WIB
Film 24 Jam Bersama Gaspar bakal dipresentasikan pada Asian Project Market 2022 digelaran Busan Internasional Film Festival.
News
Morteza Syariati Albanna - 16 August 2022 | 21:58 WIB
Sebanyak 21 Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh, beradu sepakbola.
News
Fernandho Pasaribu - 16 August 2022 | 21:52 WIB
Anis Byarwati merespons pidato Presiden Jokowi terkait RAPBN 2023 dan Nota Keuangan pada Rapat Paripurna DPR/MPR RI, Selasa, 16 Agustus 2022.
News
Yohanes Charles - 16 August 2022 | 21:48 WIB
Momentum hari kemerdekaan ini menjadi motivasi untuk lebih bersemangat serta bersama-sama untuk bangkit.
News
Eno Dimedjo - 16 August 2022 | 21:46 WIB
Penyanyi solo Chiki Fawzi mengangkat tema mengenai bandar udara dalam single miliknya yang diberi tajuk Bandara.
News
Fernandho Pasaribu - 16 August 2022 | 21:29 WIB
Anis Byarwati memberi tanggapan terkait pidato Presiden RI Joko Widodo mengenai RAPBN 2023 dan Nota Keuangan pada Rapat Paripurna DPR/MPR RI.
News
Eno Dimedjo - 16 August 2022 | 21:21 WIB
Film Gendut? Siapa Takut! merupakan adaptasi novel berjudul sama karya Alnira dan diterbitkan oleh Gramedia.
News
Eno Dimedjo - 16 August 2022 | 21:11 WIB
Rumah produksi Spectrum Film resmi merilis poster dan trailer resmi film Gendut? Siapa Takut!, pada Selasa 16 Agustus 2022.
Loading ...