News

Kasihan Lihat Jokowi, DPR ke Mafia Tanah: Tidak Boleh Begitu Bos!

Kasihan Lihat Jokowi, DPR ke Mafia Tanah: Tidak Boleh Begitu Bos!
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Junimart Girsang. (Foto:Kureta/Instagram @junimart_girsang)

Jakarta - Ketua Panitia Kerja (Panja) Mafia Tanah DPR RI, Junimart Girsang mengatakan keganasan kasus kejahatan mafia tanah di Indonesia, telah mengganggu cita-cita pembangunan yang digaungkan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Junimart menegaskan, maraknya mafia tanah membuat pembangunan di Tanah Air mandeg. Padahal, kata dia, Jokowi tengah gencar-gencarnya melaksanakan program pembangunan.

Memang masalah tanah ini harus dikritisi, semua komisi harus bersinergi. Komisi II kami akan ke tempat-tempat yang dirasa penting, kami akan tanyakan juga ke Menteri ATR/BPN

Hal itu diungkapkan usai Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan perwakilan korban mafia tanah dari berbagai daerah.

"Kasihan Pak Jokowi. Pembangunan tidak boleh melanggar HAM. Tidak boleh begitu bos!" kata Junimart kepada wartawan di Komisi II DPR RI, Kompleks Senayan, Jakarta, Kamis 10 Juni 2021.

Adapun perwakilan korban terdiri dari korban ganti-rugi pembangunan tol Sayung-Demak, Jawa Tengah, warga konflik pertanahan antara masyarakat adat Papua dengan PT Pertamina (Persero), dan korban konflik pertanahan pemukiman penduduk di Mangga Besar bersama warga Tanah Kusir, DKI Jakarta.

Dia menyebut, pembangunan harus sesuai aturan yang berlaku. Hal itu penting agar permainan mafia tanah tidak meresahkan dan membuat masyarakat menangis karena pembangunan.

"Yang namanya hak, ya harus dipertahankan haknya. Tidak boleh hak dipergunakan untuk melanggar hukum. Tetapi hak kalau dipergunakan untuk menuntut secara hukum, itu sah dan bisa. Ini terjadi karena sudah menjadi bagian, menjadi sindikasi mafia tanah," tuturnya.

Lebih lanjut, politisi PDI Perjuangan ini berjanji menyampaikan persoalan mafia tanah ke pihak terkait, salah satunya Menteri ATR/BPN.

"Memang masalah tanah ini harus dikritisi, semua komisi harus bersinergi. Komisi II kami akan ke tempat-tempat yang dirasa penting, kami akan tanyakan juga ke Menteri ATR/BPN," ucap Junimart.[]

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Fahzian Aldevan - 3 December 2021 | 21:46 WIB
Mantan Kepala Sekolah SMPN 1 Reo dijebloskan ke penjara karena korupsi dana BOS.
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 17:29 WIB
Chief Operating Officer (COO) Pahami Cipta Edukasi (Pahamify) Mohammad Ikhsan menyatakan era pendidikan yang dinamis saat pandemi.
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 16:04 WIB
Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju kembali memanas seiring mendekati Rabu Pon 8 Desember mendatang ini calon Jaksa Agung pengganti ST Burhanuddin
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 15:50 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menjelaskan perihal harta kekayaannya melejit Rp 4 miliar, saat jadi pimpinan KPK.
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 15:18 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi sentil Kapolda dan Kapolres sowan ke sesepuh ormas yang buat keributan. Berikut berita secepatnya.
Opini
Fahzian Aldevan - 3 December 2021 | 15:07 WIB
Memiliki tubuh yang ideal, sehat, dan kuat adalah dambaan setiap orang.
News
Fahzian Aldevan - 3 December 2021 | 12:47 WIB
Pemda Manggarai gandeng Kejari Cabang Reo sosialisasi penggunaan dana BOS
News
Fetra Tumanggor - 3 December 2021 | 12:35 WIB
Obat Sotrovimab disebut ampuh melawan virus corona, termasuk varian Omicron. Lalu apa itu sotrovimab?
Loading ...