Alur

Jejak Deforestasi Olimpiade Tokyo dan Ironi Stadion yang Sepi

Jejak Deforestasi Olimpiade Tokyo dan Ironi Stadion yang Sepi
Stadion Nasional yang digunakan untuk penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 sepi tanpa penonton. Kredit: Kureta/RAN Japan

Jakarta - Olimpiade Tokyo dilaksanakan tanpa penonton di tengah keadaan darurat pandemi Covid-19 di Stadion Nasional yang baru. Padahal, pembangunan fasilitas Olimpiade Tokyo sudah seringkali dilaporkan oleh Rainforest Action Network (RAN), karena menyuplai bahan baku kayu lapis dengan menghancurkan hutan hujan tropis kritis di Asia.

"Ini merupakan ironi, karena stadion yang dibangun dengan mengorbankan hutan hujan tropis kini kosong tanpa penonton. Namun, otoritas penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 tetap mengabaikan laporan kami yang jelas-jelas menunjukkan adanya pelanggaran terhadap komitmen keberlanjutan yang tercantum dalam Kode Sumber yang berkelanjutan untuk pengadaan bahan baku Olimpiade Tokyo," kata Perwakilan Rainforest Action Network (RAN) Toyo Kawakami di Jepang, dalam rilis pers diterima Kureta di Jakarta, Jumat, 6 Agustus 2021.

"Pihak penyelenggara telah melakukan pencitraan palsu dari pemasaran hijau untuk tampil seolah-olah mereka menepati janji keberlanjutan mereka," ujar dia lagi.

Baca juga: Berbagi Emas, Kisah Persahabatan Olimpiade Tokyo dari Atlet Qatar dan Italia

RANAksi protes jaringan LSM di Jepang menuntun agar Olimpiade Tokyo 2020 bebas deforestasi. Kredit: RAN Japan

Ia menyebut, strategi iklim positif Olimpiade Tokyo gagal mempertimbangkan jejak karbon dari ketergantungannya pada kayu tropis untuk kayu lapis bekisting beton. 

Sementara Rencana Keberlanjutan yang bertujuan untuk mengatasi emisi dari proses konstruksi, merupakan satu-satunya kriteria yang relevan untuk kayu lapis bekisting adalah penggunaan kayu lapis 'daur ulang' dan penggunaan kayu Jepang.

Baca juga: Klaster Covid-19 Terdeteksi di Olimpiade Tokyo 2021, 12 Orang Diisolasi

Sebelumnya, RAN telah memperingatkan Komite Panitia Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo terkait risiko penggunaan kayu lapis tropis, bahkan sebelum mereka mulai membangun Stadion Nasional Baru. 

Namun, panitia gagal mengindahkan peringatan ini sampai jaringan LSM menemukan penggunaan kayu lapis ShinYang dari Sarawak, Malaysia, di lokasi pembangunan Stadion Nasional Baru.

LSM menemukan bahwa pembangunan Stadion Nasional menggunakan kayu lapis dilakukan oleh kelompok perusahaan kayu Sarawak bernama ShinYang untuk bekisting betonnya, sebuah perusahaan yang telah berulang kali dikaitkan dengan pembalakan, konflik lahan, dan praktik yang tidak berkelanjutan. Karena peringatan ini, penggunaan kayu lapis dari Sarawak digantikan dengan kayu lapis dari Indonesia.

RANKayu lapis yang digunakan untuk membangun Ariake Arena, Tokyo. Kredit: Kureta/RAN Japan

Pada November 2018, RAN melayangkan keluhan dengan menyertakan bukti signifikan kepada Tokyo Metropolitan Government (TMG) dan Japan Sport Council (JSC) atas pelanggaran Kode Sumber yang Berkelanjutan terkait penggunaan kayu yang berasal dari hutan hujan yang dikonversi menjadi perkebunan dan habitat Orangutan Kalimantan yang terancam punah untuk pembangunan stadion Ariake Arena dan Stadion Nasional Baru.

Pada 26 Desember 2019 TMG4 merespons dengan menolak untuk memulai proses pengaduan atas kasus perusakan habitat orangutan oleh PT. Tunas Alam Nusantara (TAN) berdasarkan investigasi yang mereka lakukan sendiri melalui pemasok mereka, tanpa berkonsultasi dengan RAN. Penolakan proses pengaduan ini diikuti oleh JSC pada 16 Januari 2020.

Sementara Laporan Keberlanjutan Olimpiade tahun lalu telah menjelaskan mekanisme pengaduan sebagai alat untuk memastikan keberlanjutan Olimpiade, ini semakin menunjukkan bahwa mekanisme tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya. 

Hingga saat ini, penyelenggara Tokyo 2020 masih gagal mengungkapkan berapa banyak kayu Korindo yang mereka gunakan, dan menolak enam pengaduan yang diajukan RAN atas penggunaan kayu Korindo, dan hanya mengungkapkan sebagian dari mana kayu itu berasal.

Otoritas penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 harus berbuat lebih banyak untuk memastikan Olimpiade meninggalkan warisan yang berkelanjutan baik di negara tuan rumah maupun di seluruh dunia, terutama di negara-negara asalnya. 

Penyelenggara juga harus menegakkan standar keberlanjutan yang ketat dengan memantau dan meminta pertanggungjawaban negara tuan rumah yang tidak mematuhi standar lingkungan dan sosial tertinggi. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Eno Dimedjo - 24 June 2022 | 23:23 WIB
Berikut lirik lengkap lagu Terang milik Biru Baru.
News
Eno Dimedjo - 24 June 2022 | 23:08 WIB
Grup duo Biru Baru resmi merilis karya teranyar berupa single yang diberi judul Terang.
News
Eno Dimedjo - 24 June 2022 | 22:39 WIB
Penyanyi dangdut Fitri Carlina membagikan kisah suksesnya tampil di Amerika Serikat berkat saluran YouTube yang ia kelola.
News
Fernandho Pasaribu - 24 June 2022 | 21:24 WIB
Anwar Hafid meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) segera membuat aturan teknis terkait pengisian pejabat sementara kepala daerah.
News
Fernandho Pasaribu - 24 June 2022 | 21:15 WIB
Sondang berpandangan, untuk mewujudkan kedaulatan pangan, perlu adanya dukungan dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.
News
Fernandho Pasaribu - 24 June 2022 | 19:16 WIB
Kemenkes bilang 13 provinsi di Indonesia yang telah memenuhi capaian target 70 persen vaksinasi Covid-19 dosis lengkap.
News
Fernandho Pasaribu - 24 June 2022 | 18:42 WIB
Martin Manurung mengapresiasi peluncuran pusat bantuan (call center) Lini Bappebti atau Badan Pengawas Perdagangan Komoditi.
News
Eno Dimedjo - 24 June 2022 | 16:25 WIB
Label rekaman Nagaswara resmi meluncurkan layanan multi channel network bernama Nagadigit, pada Jumat, 24 Juni 2022.
News
Morteza Syariati Albanna - 24 June 2022 | 15:59 WIB
Ketua Umum Bamus Betawi Riano P Ahmad mendorong Pemprov DKI dan polisi sanksi berat manajemen Holywings atas Muhammad dan Maria minum alkohol.
News
Morteza Syariati Albanna - 24 June 2022 | 15:53 WIB
Badan Musyawarah (Bamus) Betawi mengecam manajemen Holywings Indonesia terkait promosi minuman beralkohol untuk Muhammad dan Maria.
Loading ...