News

Hendropriyono Cerita Rapat Operasi Penangkapan Osama: CIA yang Bego Juga Banyak

Hendropriyono Cerita Rapat Operasi Penangkapan Osama: CIA yang Bego Juga Banyak
Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono. (foto: Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com).

Jakarta - A.M Hendropriyono menceritakan pengalamannya sewaktu masih menjabat Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Saat itu, ia mengaku sempat mengikuti rapat dengan orang-orang penting di Badan Intelijen Pusat atau CIA, dalam operasi penangkapan Osama bin Laden di Timur Tengah.

Hendropriyono menekankan, pola kerja intelijen itu tidak seperti di dalam sinema, asal bisa menghibur penonton. 

Atas dasar pengalamannya dalam bidang intelijen, dia menyatakan tidak semua orang CIA itu pintar, tetapi banyak juga yang bodoh.

Baca juga: Hendropriyono: Pak Jokowi Kalau Diajak Diskusi Soal Ideologi, Capek Nengok

"Kalau di film dilebih-lebihkan, yang penting kan penonton senang. Enggak kayak gitu lagi. Saya kan dulu kerja sama dengan CIA. CIA kan di film seram banget. Tapi kalau kita diskusi, rapat, yang bego-bego juga banyak," kata Hendropriyono, Kureta kutip dari kanal YouTube SCTV program Point of View, Rabu, 23 November 2022. 

Menurutnya, saat itu sudah ada kesimpulan, untuk menangkap Osama bin Laden seorang, maka tak perlu tindakan mengepung Afghanistan.

"Orang sudah kita simpulkan kalau mengejar Osama bin Laden tidak perlu menyerbu negeri orang. Akhirnya kita ribut dalam diskusi," tutur dia.

Saat itu dia menyarankan pembentukan tim khusus. Bahkan, Hendropriyono siap menjadi komandan operasi penangkapan Osama bin Laden. 

HendropriyonoA.M Hendropriyono saat masih menjabat Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). (foto: tangkapan layar/YouTube SCTV).

Namun, menurut dia, saat itu militer malah bertindak gegabah, mengebom wilayah Afghanistan. Hal ini yang justru menimbulkan banyak bergelimangan korban jiwa. 

Di sisi bersamaan, target Osama bin Laden tidak tewas dalam operasi pengeboman itu. Hendropriyono pun menyayangkan adanya kesalahan prosedur dalam pemburuan Osama.

Baca juga: A.M Hendropriyono Jadi Saksi Nikah Abu Janda

"Kalau cuma menguber satu orang, kita bentuk tim khusus saja. Sampai saya bilang, saya mau jadi komandan. Eh dia bom juga Afghanistan. Kalau saya bilang bego itu semua. Dibom enggak dapet lagi. Kalau dapat sih tidak apa-apa," katanya.

"Akhirnya kan Osama dapatnya (ditangkap) tim Seal cuma 30 orang kan yang di Pakistan. Coba dari dulu, enggak banyak orang mati," ucapnya menambahkan. 

Setelah itu, Hendro mengaku langsung diutus oleh Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, untuk menemui Presiden Pakistan Pervez Musharraf. 

"Saya tanya sama dia, kenapa Pakistan mengizinkan Amerika Serikat terbang di atas Pakistan mengebom Afghanistan, kan sudah janji tidak mengebom," ucapnya.

"Oh Hendro, gampang, kamu tolong jawab ke presiden kamu ya, kalau saya larang mereka lewat, mereka tetap lewat, kamu mau apa? Matahari ketutupan (pesawat) maka saya biarkan lewat tapi bayar. Jadi saya kan dapat duit buat bayar utangnya Pakistan," kata A.M Hendropriyono menirukan ucapan Presiden Pakistan. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Loading ...