Alur

Hendropriyono Bantah Lobi Jokowi dan Luhut, Perihal Karier Andika Perkasa

Hendropriyono Bantah Lobi Jokowi dan Luhut, Perihal Karier Andika Perkasa
Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono. (foto: Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com).

Jakarta - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono membantah kabar yang menyebutkan, ia sempat melobi Presiden Joko Widodo, agar menantunya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Andika Perkasa jadi suksesor Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang pensiun November mendatang.

Disebutkan juga, Hendropriyono turut melancarkan lobi ke Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Saya tidak pernah begitu hina mau nyosor meminta-minta jabatan.

"Saya tidak bicara dan tidak pernah bicara tentang hal yang demikian itu," kata Hendropriyono dalam keterangannya, Senin, 14 Juni 2021, Kureta kutip dari Detik.com.

Lihat juga: Jokowi Targetkan 7,5 Juta Warga Jakarta Divaksin Agar Kebal Covid-19

"Saya tidak pernah begitu hina mau nyosor meminta-minta jabatan. Tidak untuk menantu, anak, apalagi untuk saya sendiri. Tidak pernah," ujarnya menambahkan.

Hendropriyono menjawab pemberitaan media nasional, yang menceritakan ihwal beredarnya video Hendropriyono dan istri datang ke Istana, menemui Presiden Jokowi. Video itu ada di Instagram staf khusus presiden Diaz Hendropriyono, yang tak lain merupakan putra Jenderal Purnawirawan TNI itu. 

Menurut Tenaga Ahli KSP Ali Mochtar Ngabalin, kedatangan Hendropriyono ke Istana, hanya dalam rangka bersilaturahmi dengan presiden, dan pada saat bersamaan tengah merayakan ulang tahun ke-76.

Namun, di sisi lain, ada pengakuan dari tiga purnawirawan TNI yang mengetahui pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Hendropriyono, memperbincangkan persoalan terkini politik dalam negeri, diselipi dorongan agar Andika Perkasa bisa suksesi Panglima TNI, ditempatkan sebagai penerus Hadi Tjahjanto. 

Mantan Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta itu membantah rangkaian laporan tersebut, dengan tudingan membuat informasi nonfakta, hanya membuat jeblok harkat dan martabatnya.

"Tempo mengambil sumber katanya dari 3 orang purnawirawan. Kredibilitasnya mereka apa? Kenapa tidak cross check kepada Pak Jokowi atau pihak Istana yang jelas kredibel, menyangkut pertemuan saya tersebut? Tidak perlu harus ngarang berita dan ngarang-ngarang sumber, jika pers tersebut memang terpandang dan profesional," ujarnya.

Lihat juga: Prabowo Akhirnya Ungkap Alasan Legawa Jadi Pembantu Jokowi

"Kalau mau mencuri perhatian publik untuk meningkatkan rate, jangan menyalahgunakan hak kebebasan pers. Melepas hoaks seperti itu merupakan bentuk manipulasi terhadap hak-hak pers, untuk membunuh karakter seseorang atau membuat orang jadi mati perdata," ucap Hendro melanjutkan.

Namun, dia belum berencana menggunakan hak jawab ke sumber berita tersebut. Apabila melakukan hal itu, ia nilai justru cuma menguntungkan pihak lawan.

"Melayani dengan berpolemik di manapun, punya implikasi menaikkan rate majalah atau portal medianya, yang berarti membantu Tempo mencapai tujuan," ujarnya.

"Media yang terpandang selalu memverifikasi kepada Dewan Pers, sehingga tidak liar dan jadi kontra produktif, karena merusak nama baik Tempo sendiri," kata Hendropriyono.

Meneruskan catatan Tempo.co, Andika Perkasa ogah komentari saat ditanyakan spekulasi perihal kursi Panglima TNI. "Itu bukan kewenangan saya," ucapnya dikutip dari Majalah Tempo edisi 12 Juni 2021. Dia juga mengaku tak pernah membicarakan perihal naik jabatan kepada mertuanya. 

Diketahui, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan memasuki masa pensiun pada akhir tahun 2021 ini. Sehingga dalam waktu dekat akan ada pergantian Panglima TNI yang baru. Sejumlah nama diisukan akan mengantikan Hadi Tjahjanto. Mulai dari KSAL Laksamana TNI Yudo Margono hingga Jendral TNI Andika Perkasa. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Fahzian Aldevan - 3 December 2021 | 21:46 WIB
Mantan Kepala Sekolah SMPN 1 Reo dijebloskan ke penjara karena korupsi dana BOS.
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 17:29 WIB
Chief Operating Officer (COO) Pahami Cipta Edukasi (Pahamify) Mohammad Ikhsan menyatakan era pendidikan yang dinamis saat pandemi.
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 16:04 WIB
Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju kembali memanas seiring mendekati Rabu Pon 8 Desember mendatang ini calon Jaksa Agung pengganti ST Burhanuddin
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 15:50 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menjelaskan perihal harta kekayaannya melejit Rp 4 miliar, saat jadi pimpinan KPK.
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 15:18 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi sentil Kapolda dan Kapolres sowan ke sesepuh ormas yang buat keributan. Berikut berita secepatnya.
Opini
Fahzian Aldevan - 3 December 2021 | 15:07 WIB
Memiliki tubuh yang ideal, sehat, dan kuat adalah dambaan setiap orang.
News
Fahzian Aldevan - 3 December 2021 | 12:47 WIB
Pemda Manggarai gandeng Kejari Cabang Reo sosialisasi penggunaan dana BOS
News
Fetra Tumanggor - 3 December 2021 | 12:35 WIB
Obat Sotrovimab disebut ampuh melawan virus corona, termasuk varian Omicron. Lalu apa itu sotrovimab?
Loading ...