News

Gempa Cianjur Renggut Ratusan Nyawa, Kang Emil: Mayoritas Anak-anak

Gempa Cianjur Renggut Ratusan Nyawa, Kang Emil: Mayoritas Anak-anak
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memimpin Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah di Jabar, di Gedung Pakuan Bandung, Senin 18 November 2021. (Foto: Kureta/Biro Adpim Jabar)

Jakarta - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengonfirmasikan korban jiwa meninggal dunia akibat bencana gempa bumi di Cianjur saat ini sudah merenggut ratusan jiwa.

Menurut data yang ia peroleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), para korban yang meninggal itu mayoritas merupakan anak-anak. 

Sebab, ujar Kang Emil, banyak anak-anak yang sedang berada di bangunan madrasah saat gempa terjadi Senin siang tadi.

Baca juga: Gempa Cianjur, Ridwan Kamil: 162 Orang Meninggal, 326 Luka Berat

"Kemudian ada dua hingga tiga lokasi jalan terisolir, jalan nasional tapi dilaporkan sudah kembali normal, sekitar lima mobil yang terperangkap, tapi laporannya belum masuk apakah sudah terevakuasi atau belum," kata Ridwan Kamil kepada wartawan di Pendopo Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin, 21 November 2022. 

Ridwan Kamil mengatakan penanganan para korban gempa di Cianjur dilakukan di tiga rumah sakit, yakni RSUD Sayang Cianjur, RSUD Cimacan, dan RS Bhayangkara Polri Cianjur.

Gempa CianjurBangunan di Cianjur nyaris rusak parah usai terjadi gempa bumi 5.6 magnitudo, Senin, 21 November 2022. (foto: Twitter).

Namun, menurutnya para korban diupayakan juga untuk ditangani di rumah sakit wilayah lain seperti di Sukabumi atau Bandung, guna menghindari penanganan medis di luar ruangan. 

Pasalnya, di RSUD Cianjur para korban ditangani di tempat parkir menggunakan tenda darurat untuk mengantisipasi adanya gempa susulan. 

Baca juga: Gempa Cianjur, Jusuf Kalla: PMI Harus Berkolaborasi Bantu Korban - Rehab Rumah

"Di beberapa titik lokasi karena cuaca gelap, lampu mati, akses terputus, diduga masih ada warga yang hilang dan terperangkap ambruk, sehingga kami menduga jumlah korban akan bertambah dalam hitungan waktu," kata Ridwan Kamil.

Hingga kini ada 162 orang meninggal dunia pascaguncangan lindu berkekuatan 5,6 magnitudo yang melanda daratan Jabar, Senin siang itu.

Kang Emil berujar, jumlah korban luka-luka akibat gempa pun juga terus bertambah, tembus 326 orang. Menurutnya, lindu berskala sedang itu memiliki daya rusak yang luar biasa.

"Mohon maaf saya sampaikan berita buruk, korban meninggal kejadian 162 orang dan 326 luka berat yang didominasi patah tulang hingga luka akibat benturan," kata Ridwan Kamil. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Tigor - 26 November 2022 | 22:26 WIB
Arab Saudi gagal memetik hasil positif dalam laga kedua melawan Polandia.
News
Tigor - 26 November 2022 | 19:21 WIB
Australia membuka jalan untuk bisa lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022.
News
Tigor - 26 November 2022 | 18:38 WIB
Sering kita saksikan pemain sepak bola di saat jeda melakukan sebuah aktivitas carb rinsing.
News
Tigor - 26 November 2022 | 16:22 WIB
Presiden Jokowi mengklaim bahwa saat ini Indonesia sudah di jalur yang tepat.
News
Fernandho Pasaribu - 26 November 2022 | 15:53 WIB
Pernyataan Jokowi terkait siapa calon pemimpin rambut putih yang memikirkan rakyat identik dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
News
Fernandho Pasaribu - 26 November 2022 | 15:05 WIB
Jansen Sitindaon merespons pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait pemimpin berambut putih.
News
Tigor - 26 November 2022 | 13:08 WIB
Memasuki hari ke-7 penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar.
News
Morteza Syariati Albanna - 26 November 2022 | 10:26 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin menyatakan Indonesia menjadi negara yang Islam paling toleran di dunia dan hal ini menurutnya diakui oleh banyak pihak.
News
Morteza Syariati Albanna - 26 November 2022 | 9:35 WIB
Influenza kerap disamakan dengan batuk pilek selesma, padahal keduanya merupakan hal yang berbeda.
News
Morteza Syariati Albanna - 26 November 2022 | 8:56 WIB
Sekretaris Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Imam Pituduh menyatakan khilafah bukan solusi dari persoalan kebangsaan.
Loading ...