News

Forkopimda Cirebon Deklarasikan Tolak Tawuran Pelajar dan Geng Motor

Forkopimda Cirebon Deklarasikan Tolak Tawuran Pelajar dan Geng Motor
Forkopimda Kabupaten Cirebon menggelar deklarasi Tolak Tawuran Pelajar di SMA Muhammadiyah. (Foto: Kureta/Charles)

Cirebon - Resah dengan semakin maraknya kenakalan remaja dikalangan pelajar, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cirebon melakukan deklarasi.

Dengan tema Tolak Tawuran Pelajar dan Geng Motor serta Anti Narkoba, deklarasi dilakukan di SMK Muhamadiyah Cirebon, Senin 7 Februari 2022.

Dihadapan para pelajar dan Forkopimda, Bupati Cirebon, Imron mengatakan, deklarasi tersebut tujuannya untuk memberikan edukasi dan penyuluhan tentang bahaya tawuran antar pelajar.

Bupati menyebutkan, tawuran pelajar adalah perkelahian yang dilakukan oleh sekelompok orang, yang mana perkelahian dilakukan oleh orang yang berstatus sebagai pelajar sekolah.

"Tawuran pelajar merupakan salah satu dari bentuk kenakalan remaja. Ini sangat bahaya karena dapat menimbulkan korban jiwa," kata Imron.

Imron menilai, ada beberapa penyebab tawuran pelajar, yaitu faktor internal dan ekternal. Faktor internal sendiri, terjadi didalam diri individu pelajar yang keliru dalam menyelesaikan permasalahan disekitar mereka. Sedangkan faktor eksternal bisa datang dari faktor keluarga, sekolah dan lingkungan. Untuk itu, betapa pentingnya pendidikan pertama dari orang tua diterapkan.

"Kondisi keluarga yang berantakan merupakan cerminan adanya ketidakharmonisan antar individu. Untuk itu, penting sekali komunikasi dengan orang tua," ungkap Imron.

Imron juga menyebut, faktor sekolah juga sangat berperan dalam membentuk karakter pelajar. Dirinya menduga, sering terjadi perlakuan guru yang dianggap tidak adil. Hal itu, ditunjang dengan adanya hukuman yang kurang menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Ada juga ancaman psikis dan penerapan disiplin yang terlalu ketat, serta disharmonis hubungan siswa dan guru.

"Faktor lingkungan juga tidak kalah pentingnya. Lingkungan masyarakat yang tidak menentu membuat prospek dan psikologi anak menjadi lebih labil. Lingkungan ini menjadi kecenderungan anak dan para remaja menjadi nakal. Ini akibat keberadaan dan keterlibatan mereka ditengah lingkungan yang tidak baik," paparnya.

Imron kembali meminta semua pihak, untuk berperan serta dalam menangani masalah, yang dianggap sudah turun temurun ini.

Sangat tidak mungkin, kata Imron, menyelesaikan persoalan ini cukup dengan satu peran saja. Orang tua, guru, pihak kepolisian juga peranannya sangat kuat. Terlebih, kesadaran pelajar itu sendirilah yang sebetulnya bisa menyelesaikan persoalan tersebut.

Sementara itu, Wakapolres Cirebon Kota Kompol Ahmat Troy Aprio menyebutkan, semenjak sekolah dibuka kembali, permasalah tawuran kerap terjadi.

Namun jika tawuran sudah terjadi, pelajar segera menjauh dari lokasi dan melaporkan kepada polisi dengan layanan pengaduan di nomor 0823, 1982 atau 5909.

Untuk itu, pihaknya melakukan antisipasi dengan menggelar deklarasi. Dirinya meminta, supaya kejadian ini tidak terulang lagi, karena akan merugikan pelajar itu sendiri.

"Ingat ya, untuk pelajar yang tertangkap saat tawuran akan tercatat dalam catatan kepolisian seumur hidupnya. Ini akan berdampak kesulitan pada saat akan melanjutkan pendidikan atau mencari kerja. Rekam jejak mereka akan tercatat saat membuat SKCK. Surat ini kan syarat utama mencari pekerjaan," ancam Troy.

Baca juga: Enam Pelaku Tawuran di Belawan Ditangkap, Satu Reaktif Covid-19

Terkait Penganiyaan di Bogor, Begini Penegasan Wagub Jabar

Mantan Kasat Lantas Polresta Cirebon ini meminta, pelajar tidak terpengaruh oleh kelompok atau teman yang mengajak tawuran. Untuk itu, ketika mendengar ada informasi akan ada tawuran, pelajar diminta untuk segera melaporkan hal tersebut kepada guru.

Namun jika tawuran sudah terjadi, pelajar segera menjauh dari lokasi dan melaporkan kepada polisi dengan layanan pengaduan di nomor 0823, 1982 atau 5909.

"Intinya, saat pulang sekolah langsung pulang ke rumah masing-masing dan tidak ditempat rawan tawuran. Saya minta pelajar tidak terprovokasi ajakan tawuran, baik melalui medsos atau lisan. Saya tekankan juga, jangan pernah mencoba menggunakan narkoba, karena akan merugikan diri sendiri dan merusak masa depan," tukas Troy. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Eno Dimedjo - 24 June 2022 | 23:23 WIB
Berikut lirik lengkap lagu Terang milik Biru Baru.
News
Eno Dimedjo - 24 June 2022 | 23:08 WIB
Grup duo Biru Baru resmi merilis karya teranyar berupa single yang diberi judul Terang.
News
Eno Dimedjo - 24 June 2022 | 22:39 WIB
Penyanyi dangdut Fitri Carlina membagikan kisah suksesnya tampil di Amerika Serikat berkat saluran YouTube yang ia kelola.
News
Fernandho Pasaribu - 24 June 2022 | 21:24 WIB
Anwar Hafid meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) segera membuat aturan teknis terkait pengisian pejabat sementara kepala daerah.
News
Fernandho Pasaribu - 24 June 2022 | 21:15 WIB
Sondang berpandangan, untuk mewujudkan kedaulatan pangan, perlu adanya dukungan dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.
News
Fernandho Pasaribu - 24 June 2022 | 19:16 WIB
Kemenkes bilang 13 provinsi di Indonesia yang telah memenuhi capaian target 70 persen vaksinasi Covid-19 dosis lengkap.
News
Fernandho Pasaribu - 24 June 2022 | 18:42 WIB
Martin Manurung mengapresiasi peluncuran pusat bantuan (call center) Lini Bappebti atau Badan Pengawas Perdagangan Komoditi.
News
Eno Dimedjo - 24 June 2022 | 16:25 WIB
Label rekaman Nagaswara resmi meluncurkan layanan multi channel network bernama Nagadigit, pada Jumat, 24 Juni 2022.
News
Morteza Syariati Albanna - 24 June 2022 | 15:59 WIB
Ketua Umum Bamus Betawi Riano P Ahmad mendorong Pemprov DKI dan polisi sanksi berat manajemen Holywings atas Muhammad dan Maria minum alkohol.
News
Morteza Syariati Albanna - 24 June 2022 | 15:53 WIB
Badan Musyawarah (Bamus) Betawi mengecam manajemen Holywings Indonesia terkait promosi minuman beralkohol untuk Muhammad dan Maria.
Loading ...