News

Ferdy Sambo: Kapolri Sudah Terima Surat Penyelidikan Kabareskrim Skandal Duit Tambang

Ferdy Sambo: Kapolri Sudah Terima Surat Penyelidikan Kabareskrim Skandal Duit Tambang
Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), Ferdy Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 1 November 2022. (foto: Antara).

Jakarta - Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo memastikan pimpinannya saat itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sudah menerima surat penyelidikan mengenai dugaan keterlibatan skandal Kabareskrim Komjen Agus Andrianto menerima gratifikasi duit tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim).

"Gini, laporan resmi kan sudah saya sampaikan ke pimpinan," kata Ferdy Sambo usai mengikuti sidang pembunuhan Brigadir J di Pengadilan Negeri (PN Jaksel), Selasa, 29 November 2022. 

Ferdy Sambo memastikan juga bahwa saat masih menjadi Kadiv Propam, dirinya sempat memeriksa Agus Andrianto dan Ismail Bolong.

"Sempat. Laporan resmi kan sudah saya buat. Intinya kan begitu," tutur suami Putri Candrawathi itu.

Baca juga: Ferdy Sambo Sempat Teken Surat Penyelidikan Agus Andrianto Terima Uang Tambang

Kata Sambo, dalam penyelidikannya kala itu, perwira tinggi (Pati) Polri menerima uang tambang ilegal.

"Sehingga artinya, proses di Propam sudah selesai. Oleh karena itu melibatkan perwira tinggi (Pati) Polri," kata dia.

Sambo pun meminta awak media untuk menanyakan langsung kepada pejabat berwenang terkait skandal Agus Andrianto diduga menerima duit tambang tiap bulan Rp 2 miliar.

"Selanjutnya kalau akan ditindaklanjuti, silakan tanyakan ke pejabat berwenang. Kalau tidak, kasih instansi lain untuk melakukan penyelidikan, kan gitu," ucap Ferdy Sambo.

Sebelumnya, Kabareskrim Komjen Agus Andrianto membantah telah menerima gratifikasi setoran hasil duit tambang ilegal di Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim).

Kabareskrim Agus AndriantoKepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Pol Agus Andrianto. (Foto:Kureta/Instagram)

Baca juga: Bantah Terima Duit Tambang, Agus Andrianto Tuding Sambo dan Hendra Alihkan Isu

Diketehui, mantan Karopaminal Divisi Propam Polri Hendra Kurniawan menduga Kabareskrim Agus Andrianto telah menerima aliran duit tambang ilegal Rp 2 miliar tiap bulannya.

Komjen Agus pun memandang pernyataan yang dilontarkan eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan soal dirinya menerima gratifikasi duit tambang sebagai pengalihan isu.

Mantan Kapolda Sumatra Utara (Sumut) itu menilai bahwa bisa saja yang menerima hasil uang setoran kasus dugaan tambang ilegal itu justru adalah Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan. Mereka, kata Agus, berpotensi membuat pengalihan isu atas kasus yang menimpanya sekarang.

"Jangan-jangan mereka yang terima dengan tidak teruskan masalah lempar batu untuk alihkan isu," kata Agus kepada wartawan dikutip Jumat, 25 November 2022.

Sebelumnya, dalam surat yang beredar, kesimpulan penyelidikan didapati fakta bahwa ada kebijakan dari Kapolda Kalimantan Timur saat itu Irjen Pol Herry Rudolf Nahak untuk mengelola uang koordinasi dari pengusaha tambang ilegal di wilayah hukum Polda Kaltim.

Pengelolaan itu dilakukan satu pintu lewat Dirreskrimsus Polda Kaltim untuk dibagikan kepada Kapolda, Wakapolda, Irwasda, Dirintelkam, Dirpolairud serta Kapolres.

Selain itu, ada juga penerimaan uang koordinasi dari para pengusaha tambang ilegal kepada Kombes Pol Budi Haryanto dan Komjen Pol Agus Andrianto.

Pembahasan terkait mafia tambang kembali diperbincangkan usai gaduh video purnawirawan polisi berpangkat Aiptu Ismail Bolong mengatakan ada uang setoran untuk Agus.

Dalam video yang viral, Ismail mengaku menyerahkan uang Rp 6 miliar kepada Agus atas bisnis tambang ilegal di wilayah Desa Santan Hulu, Kecamatan Marang Kayu, Kutai Kartanegara, Kaltim.

Namun, Ismail kini meralat pernyataannya tersebut.

Ismail belakangan menyampaikan permintaan maaf kepada Agus Andrianto. Ia mengaku membuat video sebelumnya karena di bawah tekanan Brigjen Hendra Kurniawan yang kala itu masih menjabat sebagai Karopaminal Polri.

Dia mengaku heran video itu kembali ramai saat ini. Di video terbaru, Ismail mengaku tak pernah bertemu apalagi memberikan uang kepada Kabareskrim.

"Jadi, dalam hal ini saya klarifikasi. Saya tak pernah berikan uang kepada Kabareskrim, apalagi bertemu Kabareskrim Agus Andrianto," kata Ismail dalam video terbarunya. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Loading ...