News

Covid-19 Melonjak di Indonesia, Apakah Stok Oksigen Aman?

Covid-19 Melonjak di Indonesia, Apakah Stok Oksigen Aman?
Ilustrasi oksigen (Foto: pixabay)

Jakarta - Kasus penularan Covid-19 di Indonesia melonjak tajam. Tingkat bed occupancy ratio (BOR) atau keterisian tempat tidur rumah sakit di Indonesia pun rata-rata sudah di atas 80 persen. Kekhawatiran yang ada dalam benak masyarakat adalah apakah stok oksigen aman? 

Yang dikhawatirkan kasusnya kalau tidak terkendali. Tentu ada batasnya. Oksigen bisa diproduksi cukup, tapi tabungnya yang saya khawatir.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian (Plt. Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan, dr. Maxi Rein Rondonuwo, mengatakan stok oksigen di rumah sakit saat ini masih cukup untuk pasien Covid-19 di Indonesia.

Baca juga: Kemenkes: Virus Corona Varian Delta Cenderung Menular ke Anak-anak

"Sampai saat ini stok oksigen kita di nasional cukup. Jakarta cukup, nasional cukup. Yang dikhawatirkan kasusnya kalau tidak terkendali. Tentu ada batasnya. Oksigen bisa diproduksi cukup, tapi tabungnya yang saya khawatir. Tabungnya itu kan mesti ada, nggak mungkin nggak ada tabung penampungnya," kata Maxi dalam sebuah diskusi di kanal YouTube Kemkominfo, Rabu, 23 Juni 2021.

Maxi menambahkan produksi oksigen tidak perlu dikhawatirkan karena ada konsentrat yang bisa diambil dari udara dan diproduksi jadi oksigen. "Yang dikhawatirkan adalah tabungnya," kata Maxi.

Ia juga mengatakan upaya testing dan tracing perlu dimaksimalkan untuk menghadapi lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Masyarakat Umum Dimulai Juli 2021, Cek Cara Daftar

Ia menambahkan salah satu upaya mengatasi lonjakan kasus ini adalah mempercepat vaksinasi dengan target 700 ribu-1 juta penerima sehari. Upaya mengantisipasi lonjakan juga dilakukan dengan meningkatkan kapasitas pelayanan rumah sakit.

Di samping upaya pemerintah memaksimalkan layanan rumah sakit untuk pasien COVID-19, Ia meminta masyarakat harus berperan aktif dengan selalu menerapkan protokol kesehatan.

"Pemerintah daerah juga pemerintah pusat sudah mengantisipasi kesiapan sarana-sarana terutama rumah sakit. Mari kita dukung percepatan vaksinasi, kita akan kejar. Bapak presiden meminta di bulan Juli (tanggal) 1 sudah 1 juta (penerima vaksin) per hari," ujar Maxi. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Loading ...