News

Begini Respon Wali Kota Cirebon Terkait Usulan Disbudpar

Begini Respon Wali Kota Cirebon Terkait Usulan Disbudpar
Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis. (Foto: Kureta/Charles)

Cirebon – Usulan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon untuk pemberlakuan program ‘Selasa Nyerbon’ mendapat respons positif dari Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis.

Disbudpar Kota Cirebon mengusulkan ‘Selasa Nyerbon’ diterapkan pada satu hari setiap pekannya, yaitu Selasa, sebagai salah satu upaya untuk melestarikan adat dan tradisi Cirebon, baik dari segi pakaian maupun bahasa keseharian.

“Kota Cirebon memiliki kekhasan yang perlu diekspos lebih. Sehingga usulan Disbudpar Kota Cirebon itu tentu kita menyambut baik. Saya akan meminta sekretaris daerah untuk menyusun kerangka regulasinya,” ungkap Azis, di Balai Kota Cirebon, Jumat 23 September 2022.

Azis mengatakan, regulasi yang disusun nanti bisa berupa Peraturan Wali Kota (Perwali) atau dengan Surat Edaran (SE). Sehingga inovasi yang dicetuskan Disbudpar untuk penggunaan pakaian adat dan bahasa Cirebon dalam sehari di setiap pekannya dapat diberlakukan di tingkat Kota Cirebon.

“Akan berlaku untuk seluruh perangkat daerah. Karena akan sangat baik, apabila pakaian adat dan bahasa Cirebon bisa digunakan oleh seluruh pegawai di lingkungan Pemda Kota Cirebon pada hari tertentu,” tuturnya.

Efek dari kebijakan ini juga mendongkrak ekonomi kreatif di Kota Cirebon, baik penjualan kostum, celana, batik, hingga sandal dan aksesoris lainnya.

Sebelumnya, Kepala Disbudpar Kota Cirebon Agus Sukmanjaya mengatakan, strategi ini merupakan inisiatif sekaligus inovasi. Usulan ini juga sudah diuji coba sejak awal September 2022.

“Selama berkomunikasi antarpegawai juga menggunakan bahasa Cirebon, termasuk di grup WhatsApp dan apel pagi. Bagi yang belum bisa, pelan-pelan belajar dan bisa dicampur dengan bahasa keseharian” ungkapnya.

Agus juga berharap, kebijakan ini bisa ditetapkan di tingkat Kota Cirebon. Tidak hanya untuk lingkup pemerintahan, melainkan juga lingkup pendidikan, hingga swasta seperti mal, perbankan, hotel dan ruang publik lainya.

“Melalui hal kecil ini, kita berharap masyarakat Cirebon bisa lebih mencintai budaya dan bahasa Cirebon serta bisa lestari hingga generasi mendatang,” harapnya.

Agus juga menambahkan, efek dari kebijakan ini juga mendongkrak ekonomi kreatif di Kota Cirebon, baik penjualan kostum, celana, batik, hingga sandal dan aksesoris lainnya.

“Kemudian yang terpenting adalah pencapaian visi misi kepala daerah, yakni Sehati Mewujudkan Kota Kreatif Berbasis Budaya dan Sejarah,” katanya. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Tigor - 26 November 2022 | 22:26 WIB
Arab Saudi gagal memetik hasil positif dalam laga kedua melawan Polandia.
News
Tigor - 26 November 2022 | 19:21 WIB
Australia membuka jalan untuk bisa lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022.
News
Tigor - 26 November 2022 | 18:38 WIB
Sering kita saksikan pemain sepak bola di saat jeda melakukan sebuah aktivitas carb rinsing.
News
Tigor - 26 November 2022 | 16:22 WIB
Presiden Jokowi mengklaim bahwa saat ini Indonesia sudah di jalur yang tepat.
News
Fernandho Pasaribu - 26 November 2022 | 15:53 WIB
Pernyataan Jokowi terkait siapa calon pemimpin rambut putih yang memikirkan rakyat identik dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
News
Fernandho Pasaribu - 26 November 2022 | 15:05 WIB
Jansen Sitindaon merespons pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait pemimpin berambut putih.
News
Tigor - 26 November 2022 | 13:08 WIB
Memasuki hari ke-7 penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar.
News
Morteza Syariati Albanna - 26 November 2022 | 10:26 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin menyatakan Indonesia menjadi negara yang Islam paling toleran di dunia dan hal ini menurutnya diakui oleh banyak pihak.
News
Morteza Syariati Albanna - 26 November 2022 | 9:35 WIB
Influenza kerap disamakan dengan batuk pilek selesma, padahal keduanya merupakan hal yang berbeda.
News
Morteza Syariati Albanna - 26 November 2022 | 8:56 WIB
Sekretaris Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Imam Pituduh menyatakan khilafah bukan solusi dari persoalan kebangsaan.
Loading ...