News

Apa Itu Non-Fungible Token Atau NFT

Apa Itu Non-Fungible Token Atau NFT
Ilustrasi non-fungible token (NFT). (Pixabay)

Jakarta - Dunia digital saat ini kian gandrung dengan apa yang disebut non-fungible token (NFT). Aset nonfisik ini, menjadi primadona bagi mereka yang mendambakan penghasilan besar lewat transaksi digital.

Pada awal tahun 2022 saja, DappRadar sebagai perusahaan pengembang aplikasi berbasis blockchain telah mencatat bahwa volume penjualan NFT sepanjang tahun 2021 telah mencapai US$ 25 miliar atau setara Rp 357 triliun.

Pencapaian itu, jauh lebih tinggi dibanding penjualan NFT pada tahun 2020 yang hanya berada di angka US$ 95 juta atau setara Rp 1,3 triliun.


NFTIlustrasi non-fungible token (NFT). (Pixabay)

Sejarah NFT

Mengutip informasi yang dirangkum laman The Verge, kemunculan NFT terjadi pada Oktober 2017 silam. Kala itu, teknologi ini digunakan untuk pertama kali pada sebuah game blockchain bernama CryptoKitties.

Sesuai namanya, game CryptoKitties sendiri merupakan konsol permainan digital yang memungkinkan penggunanya melakukan adopsi dan memelihara seekor kucing virtual.

Kucing-kucing virtual dalam game ini, masing-masing bakal memiliki identitas (token) unik. Token digunakan untuk menunjukkan bahwa kucing tersebut dimiliki sepenuhnya oleh seorang pengguna.

NFTIlustrasi non-fungible token (NFT). (Pixabay)

Cara Kerja NFT

NFT menjadi bagian dari buku besar data publik terdistribusi yang melakukan pencatatan tiap-tiap aktivitas transaksi dalam lingkup mereka.

Sederhananya, NFT akan dicetak secara unik sebagai media perwakilan wujud benda atau benda tak berwujud, seperti lukisan, game, album musik, logi dan lainnya yang berbasis digital.

Pemilik NFT, yang kemudian disebut sebagai kolektor NFT, sama halnya dengan kolektor barang seni dalam bentuk fisik atau digital. Koleksi yang dimilikinya, pada akhirnya bisa diperjualbelikan dengan mengubahnya menjadi aset kripto.

Pembeli, nantinya akan mendapatkan hak kepemilikan otentik (token) dari NFT yang dibeli dan hanya akan ada satu pemilik dalam satu waktu.

Token unik yang berisi data dan informasi spesifik mengenai karya pada NFT, nantinya juga akan mempermudah proses verifikasi kepemilikan sang pembeli dan memungkinkan untuk melakukan transfer token (jualbeli) antar pemilik NFT jika diperlukan.

Lantaran tidak adanya penguasaan dan dominasi dalam skema perdagangan alias tidak ada otoritas dominan yang mampu mengendalikan harga, wajar apabila kemudian harga NFT menjadi tinggi dan dicari-cari. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Eno Dimedjo - 24 June 2022 | 23:23 WIB
Berikut lirik lengkap lagu Terang milik Biru Baru.
News
Eno Dimedjo - 24 June 2022 | 23:08 WIB
Grup duo Biru Baru resmi merilis karya teranyar berupa single yang diberi judul Terang.
News
Eno Dimedjo - 24 June 2022 | 22:39 WIB
Penyanyi dangdut Fitri Carlina membagikan kisah suksesnya tampil di Amerika Serikat berkat saluran YouTube yang ia kelola.
News
Fernandho Pasaribu - 24 June 2022 | 21:24 WIB
Anwar Hafid meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) segera membuat aturan teknis terkait pengisian pejabat sementara kepala daerah.
News
Fernandho Pasaribu - 24 June 2022 | 21:15 WIB
Sondang berpandangan, untuk mewujudkan kedaulatan pangan, perlu adanya dukungan dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.
News
Fernandho Pasaribu - 24 June 2022 | 19:16 WIB
Kemenkes bilang 13 provinsi di Indonesia yang telah memenuhi capaian target 70 persen vaksinasi Covid-19 dosis lengkap.
News
Fernandho Pasaribu - 24 June 2022 | 18:42 WIB
Martin Manurung mengapresiasi peluncuran pusat bantuan (call center) Lini Bappebti atau Badan Pengawas Perdagangan Komoditi.
News
Eno Dimedjo - 24 June 2022 | 16:25 WIB
Label rekaman Nagaswara resmi meluncurkan layanan multi channel network bernama Nagadigit, pada Jumat, 24 Juni 2022.
News
Morteza Syariati Albanna - 24 June 2022 | 15:59 WIB
Ketua Umum Bamus Betawi Riano P Ahmad mendorong Pemprov DKI dan polisi sanksi berat manajemen Holywings atas Muhammad dan Maria minum alkohol.
News
Morteza Syariati Albanna - 24 June 2022 | 15:53 WIB
Badan Musyawarah (Bamus) Betawi mengecam manajemen Holywings Indonesia terkait promosi minuman beralkohol untuk Muhammad dan Maria.
Loading ...